Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini

http://www.sudarmawan.net/2017/07/kenapa-aku-di-uji-seberat-ini.html

Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini
Benar hanya kita yang mendapat ujian seberat ini, benarkah hanya kita dan mereka tidak..!. Saat kita merasa berada di titik paling bawah, saat kita merasa tidak ada lagi topangan untuk bersandar, saat kita merasa benar-benar sendirian dan masalah begitu berat, barulah ingat kepada Allah terlintas dalam fikiran kita, Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini Ya Allah.

Saat hal buruk terjadi pada diri kita, seperti tidak ada hal buruk yang terjadi pada orang lain, walaupun sebenarnya tidaklah demikian, semua orang mengalami, hanya saja responya yang berbeda, respon tersebut yang menjadikan ujian terasa berat atau tidak. Bukankah Allah subahanahu wata'ala telah berkata bahwa dzat yang maha agung tersebut tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuanya, tapi kenapa semua ujian ini terasa sungguh berat untukku ?, adakah sebabnya ?, mari kita pelajari bersama, semoga Allah memberikan hidayah untuk kita semua.

Cermati arti dari ayat-ayat Al-Quran berikut ini :

“Barangsiapa berbuat kemadlaratan maka Allah akan memberinya madlarat, dan barangsiapa membuat kesusahan pada orang lain maka Allah memberinya kesusahan.” (H.R. Ibnu Majah No. 2333).

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi”  (Q.S. Asy-Syuura [42] :30-31).

Saat kita berbuat buruk maka keburukan yang akan kita dapat, begitupun sebaliknya, saat kita berbuat baik maka kebaikanlah yang akan kita dapat. Ustd. Yusuf mansur dalam tausyiah-tausyiahnya pernah menyampaikan 10 efek dosa besar yang akan berdampak buruk pada kehidupan pelakunya, di dalamnya termasuk dosa zinah, durhaka, syirik, dan harta haram, efeknya kesusahan dan sempitnya pintu rizki serta tidak tenangnya hati kita dalam menjalani hidup, memang terdengar tidak masuk akal jika di cerna dengan nalar, namun kita harus sadar, kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasan pengetahuan, sedikit ilmu yang kita punya, tidak akan pernah mampu untuk mencerna bagaimana kuasa Allah itu terjadi, Ingat saat Musa membelah laut dengan tongkat, Masjid yang tetap kokoh meski di terpa sunami yang begitu dahsyat di aceh, semua hal itu bisa terjadi, dan seribu teori ilmuan terbaik duniapun tidak akan mampu menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Kenapa ujian ini terasa begitu berat ?, benarkah itu ujian ?, atau jangan-jangan itu adalah adzab Allah ?, wallahu'alam, hanya Allah yang maha tau.

Saat kita mendapat cobaan yang terasa begitu berat kita selalu melihat sebab atas masalah tersebut di luar dari diri kita, padahal yang menjadi sebab adalah diri kita sendiri ("baca ayat diatas"). Hal itu yang membuat kita menyalahkan orang lain atau keadaan, kita menangis, bersujud, memohon atas ketidak adilan yang kita dapat, kita merasa diri kita adalah korban, dan hal-hal di luar diri kitalah penyebabnya, itulah yang kita lakukan sehingga semua yang kita rasakan menjadi begitu berat.

Sadarlah, semua yang menimpa kita saat ini adalah karena perbuatan kita sendiri, mungkin kita banyak lalainya, kita banyak maksiatnya, kita banyak salahnya, kenapa kita harus menyalahkan keadaan, kenapa kita harus menyalahkan orang lain, bukankah hal yang wajar bila Allah menurunkan kesusahan untuk kita, mungkin dengan cara itu kita bisa kembali mendekat, menyadari kuasanya, bahwa dialah sang maha segalanya, setitik kesusahan yang dia timpahkan untuk kita, sudah mampu membuat kita tak berdaya, sangat lemah, dan tidak tahu harus berbuat apa.

Berhentilah mengeluh, dan katakan pada diri kita, wajar Allah memberi kesusahan ini padaku, karena dosaku yang begitu besar, bahkan kesusahan ini belumlah sebanding dengan kelalaianku, maksiatku, kesalahanku, dan hidupku yang selalu sibuk dengan duniawi, memberi waktu sisa untuk Allah, menomor duakan sholat, mengutamakan pekerjaan, kita selalu menganggap otak kitalah yang paling benar, terlalu kawatir terhadap sesuatu yang telah di jamin yaitu rizki, dan mengabaikan yang tak pernah di jamin yaitu amal.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar

Popular Posts