Bila Jodoh Pasti Akan Di Pertemukan

Bila Memang Dia Jodoh Kita, Pastilah Akan Di Pertemukan, bersabarlah..!!



Sebelum usia kita menginjak kepala dua, masalah jodoh memang tidak terlalu terfikirkan, karena usia yang relatif muda, di tambah mungkin kita masih duduk di bangku sekolah.
Namun setelah usia kita menginjak angka 25 keatas, masalah jodoh kadang bisa bikin rumit fikiran, apalagi di umur segitu kita masih jomblo, bisa tambah runyem urusanya, omongan orang tentang status kita silih berganti datang, ada yang sekedar nanya kapan nikah..?, bahkan hingga membuli , ngatain ndak laku, udah tua tapi ndak nikah-nikah dan banyak lagi.

Yah memang begitulah sifat manusia, meskipun merubah status single menjadi menikah merupakan hak setiap individu, tapi tetap saja omongan orang terkadang tetap menjadi beban fikiran kita, apa lagi kalau sudah kenak ke orang tua, orang tua kita ikut terkena imbas dari status single kita, bisa tambah kefikiran lagi.

Jodoh.....
Setiap orang menginginkan jodoh terbaik untuk dirinya, orangnya baik, ramah, cerdas, taat beribadah, sukses, lebih-lebih kalau orangnya juga ganteng atau cantik, "pasangan idaman", ada juga sebagian orang yang punya anggapan bahwa kesuksesan financial adalah tolak ukur utama sebagai calon pendamping hidup ideal, tak heran di desa saya banyak fenomena perawan belasan tahun memilih di nikahi duda yang umurnya bisa dua kali lipat lebih tua darinya, bahkan ada yang sudah punya anak dua, semua demi impian mendapat hidup layak dan terpandang, tapi saya tidak akan men-judge mereka buruk, setiap orang punya pandangan berbeda, dan saya hargai itu.

Bila jodoh pasti akan di pertemukan...!!
Saya punya pengalaman menyangkut kalimat di atas, di tengah desakan lingkungan dan keluarga untuk mengakhiri status single saya, mengingat umur saya yang sudah menginjak 25, di tambah semua saudara saya sudah pada berkeluarga, bahkan saya di dahului adik saya sendiri membuat saya ingin cepat-cepat menikah, awalnya saya suka pilih-pilih, karena bagi saya pasangan hidup itu penting dan ndak boleh asal pilih, tapi karena desakan tersebut membuat saya melupakan prinsip tersebut, singkat cerita saya dekat dengan seorang perempuan, setelah sering berkomunikasi lewat telfon, bertukar pengalaman lewat cerita, saya mulai faham karakter dan sikapnya, ada hal yang kurang srek di hati saya mengenai sikap dan ke pribadianya, tapi karena desakan hati saya yang terbebani oleh omongan orang dan keluarga membuat saya melupakan semua hal itu, saya mencoba menerima dia apa adanya.

Awalnya semua baik, sampai akhirnya kami berkesempatan untuk bertemu dan membicarakan kelangsungan hubungan kita kedepan, dia mencoba terbuka, bercerita tentang kondisi keluarganya, dan keinginanya untuk pergi ke luar negri sebelum menikah, saya hargai itu dan saya juga ndak keberatan karena memang waktu itu saya belum siap secara financial jika di suruh menikahinya sesegera mungkin, kitapun sepakat dengan hal itu, saya juga sempat membahas masalah ini dengan kakak nya. Tapi setelah pertemuan tersebut semua berubah, dia menjauh dan ndak komit lagi.

Jujur saya merasa sakit hati, tapi saya mencoba menerima dengan ikhlas dan berfikir positif, mungkin ini jawaban doa saya dari tuhan yang meminta agar di jauhkan jika memang dia bukan jodoh saya. Bila memang dia jodoh, pasti akan di pertemukan.

Sekarang saya sudah ndak terlalu mikirin omongan orang tentang status single yang saya sandang, saya pasrahkan jodoh saya sama Allah SWT, terburu-buru mencari jodoh juga ndak baik, karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral, saya ndak mau jika rumah tangga yang saya bangun hancur di tengah jalan hanya karena saya terburu-buru memilih pasangan hidup.

Benar kata Allah, jodoh itu sudah di aturnya, di sesuaikan dengan kepribadian dan sifat kita masing-masing, bukan hanya saya yang masih single hari ini, ada banyak orang lain yang sama dengan saya, sendiri dan mengisi kesendirianya dengan terus memperbaiki diri, dan bisa jadi salah satu orang baik itu adalah jodoh yang di persiapkan Allah untuk kita, hanya saja Allah menahanya karena kita belum siap menerimanya, meskipun sendiri itu kadang membosankan, tapi tetap saja, akan selalu ada sisi baik dari setiap situasi, jika kita mau membuka mata dan memahami. Karena sendiri saya jadi punya waktu untuk membaca, belajar dan menulis, itu semua saya anggap anugrah, saya jadi punya waktu mempersiapkan diri jadi lebih baik untuk jodoh yang akan Allah berikan kepada saya kelak.

Jodoh itu ukiran atas diri kita sendiri, semakin baik ukiran kita, maka semakin baik pula hasil yang kita dapat, semua tergantung kepantasan diri kita sendiri.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts