Apa Yang Salah Dari Indonesia

Apa Yang Salah Dari Indonesia
Indonesia adalah negara kaya, jepang dan belanda menjadi bukti kesilauan mata dunia atas kekayaan negri ini. Sumberdaya alam yang melimpah, kesuburan tanah yang tak di ragukan lagi, dan kekayaan laut yang tak ternilai, tetapi kenapa hidup rakyat indonesia di rasa jauh dari kemakmuran, diatas kekayaan alam yang begitu melimpah seharusnya lapangan kerja tidak lagi menjadi masalah bagi bangsa ini jika sumberdaya alamnya mampu di eksploitasi dengan baik. 

Tercatat per 30 juni 2016 penduduk di indonesia mencapai 257 juta jiwa ( data tribunews.com ), sungguh jumlah yang sangat besar, ini bisa menjadi pangsa pasar yang besar, dan seharusnya rakyat indonesia bisa memaksimalkan pasar yang sangat besar ini untuk kemakmuran ekonomi penduduknya, tapi lagi-lagi itu tidak terjadi di negri kita tercinta indonesia, produk lokal kalah saing dengan produk asing. Indonesia belumlah siap menerima pasar bebas ASEAN, tetapi pemerintah memaksakan.

Apa Yang Salah Dari Indonesia, manusianya kah?
Era tahun 2000 ke atas menjadi eranya Revormasi, eranya demokrasi, eranya kebebasan berpendapat. Revormasi yang di harapkan mampu merubah negri ini dari kebobrokan elit pemimpin berakhlak KKN, nyatanya tidaklah demikian, revormasi belum mencitrakan namnya, negri ini masih berhati Orde baru, Korupsi, dimana-mana, penyalah gunaaan wewenang sering terjadi. 

Eranya SBY, pembentukan Komisi Pembrantasan Korupsi di ciptakan demi memuluskan cita-cita bangsa yang bebas KKN, di tengah gencarnya para pemimpin KPK memenjarakan pejabat-pejabat korup bangsa ini, KPK berhasil mengungkap kasus-kasus besar, sudah banyak pejabat korup negri ini yang di penjarakan. Andi Malarangeng Terdakwa korupsi Mega proyek hambalang, Anas Urba Ningrum, dan masih banyak lagi, tidak perduli anggota DPR, Mentri, Gubernur atau pejabat lainya, siapa yang terbukti mereka akan di ciduk.

Karena kebringasanya, para pejuang kebenaran itupun di tumbangkan, dengan segala cara dan tipu daya untuk membalikkan pandangan masyarakat atas fakta yang sebenarnya, para pemimpin KPK di kriminalisasikan karena di rasa terlalu berbahaya jika di biarkan bertindak se'enaknya, Abraham Samad dan kawan-kawan yang telah mendapat tempat di hati rakyat indonesia di penjarakan karena mengusut Calon Kapolri Budi Gunawan yang di duga melakukan tindak KKN, dan sekarang wakil ketua DPR RI Fadlizhon yang meminta KPK di bubarkan, institusi pemerintahan jadi tempat pertarungan mafia uang rakyat dan segelintir pejuang kebenaran.

Jabatan bukanlah mandat masyarakat yang seharusnya di gunakan untuk kepentingan dan kemajuan rakyatnya, jabatan di jadikan alat untuk memuluskan opsesi diri sendiri, Masih ingat kasus Setia Novanto sang ketua DPR yang mencatut nama presiden ?, di dalam rekaman tersebut jelas terdengar percakapan beliau dengan petinggi Freeport yang meminta saham sebanyak 11 % atas nama presiden sebagai syarat untuk melanjutkan kontrak karya, apa menurut anda itu biasa saja?, bukanlah wewenangnya membicarakan kontrak karya perusahaan asing, dan sekarang kasusnya tenggelam, beliau hanya di turunkan dari kursi ketua DPR, setumpul itukah hukum di negri ini bagi elit politik!. Satu lagi kasus memalukan yang terjadi di Lumajang Jawa Timur tepatnya di desa selok Awar-Awar, Salim kancil seorang petani sekaligus aktifis yang menuntut penutupan tambang pasir karena telah merusak sawah warga di bunuh oleh kepala desa tersebut, bahkan sang petani sempat di aniaya di dalam kantor kelurahan, di kroyok puluhan anak buah sang lurah, di buat landasan jamping sepeda motor, hingga kemudian tewas. Luarah yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru melakukan hal yang sebaliknya, kantor kelurahan di jadikan tempat penganiaya'an, pejabat bisa melakukan apa saja, pejabat seperti kebal terhadap hukum, sebobrok inikah bangsa kita.

Pendidikan di negri ini tidak mampu mencetak generasi berkualitas
Sebelumnya saya pernah menulis tentang Kekecewaan saya terhadap pendidikan di indonesia. Indonesia itu kaya tetapi kenapa manusianya tidak mampu mengolah sumberdaya alamnya sendiri.

Pendidikan di indonesia hanya fokus terhadap materi, semuanya di ukur berdasarkan materi, kelulusan di ukur berdasarkan uji materi, kecerdasan di ukur berdasarkan kepintaran materi, sedangkan praktik yang sejatinya sangat di butuhkan, tetapi kenyatanya nol besar, nilai praktik tidak begitu penting di pendidikan negara kita. Saya yakin di negri kita tercinta ini banyak sekali orang pintar, tetapi mereka tidak berani untuk action, karena memang hal itu tidak pernah di latih di sekolah, padahal yang indonesia butuhkan saat ini adalah ection, kerja nyata, bukan uji materi atau sekedar penelitian yang kemudian hasilnya hanya jadi tumpukan berkas yang terabaikan tanpa pernah di realisasikan.

Bicara mengenai praktik, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan jasa pengurus dokumen tenaga kerja asing, ada satu undang-undang di negara kita yang mewajibkan tenaga ahli warga negara asing yang bekerja di indonesia harus memiliki tenaga kerja pendamping, durasi kerja maksimal tenaga kerja asing adalah 5 tahun, undang-undang itu di tujukan agar tenaga pendamping bisa menjadi pengganti jabatan tenaga kerja asing setelah selesai masa kontrak, agar indonesia tidak lagi bergantung dengan asing. Tetapi praktiknya sama sekali tidak demikian, dokumen pengajuan banyak yang di palsukan, tenaga kerja pendamping hanya di jadikan syarat dan yang sebenarnya tidak pernah ada di perusahaan, berkasnya di adakan hanya untuk pengajuan perijinan saja.

Ini bukti betapa pengamatan yang bagus tidak di barengi dengan praktik dan pengawasan yang baik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts