Puisiku, Bukan Sekedar Patah Hati


Mungkin lebih baik tak ku katakan...
Sebuah ungkapan yang merubah keadaan..
Bila aku tau.. semua akan berujung menyakitkan..
Lebih baik ku pendam dan datang sebagai seorang teman..
Yang denganya aku bebas melihatmu... Dan tertawa bersamamu..

Bukan karena sebuah penolakan..
Namun karena kata-kata itu...
bertemu denganmu menjadi memalukan bagiku...
Mengagumimu menjadi menyiksa batinku..

Aku tak lagi berani menatapmu...
Ntah kenapa...!!
Aku merasa begitu rendah di hadapanmu..
Hanya memandangmu dari balik punggungmu yang aku mampu...
Sembari membayangkan begitu indahnya garis senyumu..

Bahkan malam itu...
Saat aku tau.. Engkau ada di seberang jalan...
Aku lebih memilih memalingkan wajahku..
Bukan karena aku sombong.. !!
Semata karena aku tak mampu menatapmu..

Entah sampai kapan, namamu akan ku tulis dalam bait puisi-puisiku..
Mungkin hingga rasa ini hilang tak tersisa..
Tapi apakah mungkin..
Apakah mungkin itu terjadi...?
Bahkan saat sikapmu begitu menyakitkanku, begitu merendahkanku...
Rasa ini tetap ada.. Sedikitpun tak berkurang..

Saat aku rindu akan sosokmu..Hanya potret ini yang setia menemani..
Walaupun aku tau...
Aku sangat teramat tau cinta....!!
sedetikpun tak pernah terlintas wajahku dalam benakmu...
"Betapa aku ini sangat bodoh, bukan!!!"...

Aku sangat berharap suatu saat nanti rangkain kalimat yang ku buat tak lagi tentang hati yang tersayat-sayat..
Tak lagi tentang pengabaian yang menyakitkan..
Tetapi tentang.. Keindahan..dan kebahagiaan yang di dalamnya tetap ada namamu..
Dan aku.. Adalah orang yang menceritakanmu.. Tentang sempurnanya hidupku saat bersamamu..

Cinta...
Sampai kapan kau memilih diam..
Sampai kapan kau mengabaikan...
Aku menunggu itu..
Kau bisa memahami rasa yang sebenarnya..

Apa sikap baikmu tak berhak untukku...?
Apa kesehajaanmu hanya berlaku bagi mereka..?
Atau mungkin semua itu hanya cerita...?
Tapi apapun itu...
Bagiku kau adalah sosok istimewa..

Mungkin aku takan sanggup menghubungimu lagi..
Bahkan sekedar menanyakan kabar langsung padamu..
Kau tau.. Seberapa jauh ku rendahkan harga diriku di hadapanmu..

Kau sangat faham hal ini bukan...!
Betapa malunya aku saat kau menertawakanku lantaran sikap ini yang terlalu kekanak-kanakan..
Betapa rendahnya aku saat aku tak mampu mengimbangi bahasamu...
Betapa kecilnya aku saat aku tak mampu masuk dalam duniamu...
Dan betapa bodohnya aku saat aku memilih untuk tetap mengagumimu...
Diatas derita yang jelas terlihat..
Diatas sakit yang jelas ku dapat..

Not just a broken heart..!!







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts