Keajaiban Sholat Dhuha Lengkap Besarta Tuntunanya

Keajaiban sholat dhuha, manfaat sholat dhuha, rekaat sholat dhuha, waktu yang paling tepat untuk menjalankan sholat dhuha, dan waktu yang di larang untuk melaksanakan sholat dhuha. 

Sumber gambar (https://ubeeed.wordpress.com) 

Sholat dhuha adalah amalan yang bisa mendatangkan rezeki tak terduga, sudah banyak keajaiban yang di peroleh oleh orang orang yang rutin melaksanakan sholat dhuha, bahkan kebaikan sholat dhuha setera dengan 360 kali sedekah, yang mana hal itu sebagai pengganti 360 sendi dalam tubuh manusia yang seluruhnya harus di keluarkan sedekahnya.

Sebuah hadist shahih menjelaskan, diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,“(8) Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan shadaqahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “(9) Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah shadaqah, (10) engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah shadaqah. Maka jika engkau tidak menemukannya (shadaqah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud).

Dan beberapa hadist shahih lainya menjelaskan tentang keajaiban sholat dhuha yang di janjikan oleh Allah SWT, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Selain untuk memancing rizki, sholat dhuha juga memiliki keutamaan lain, yaitu sebagai sarana memperoleh ampunan, dan juga untuk menolak ke fakiran, sebuah hadist shahih menjelaskan, “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan. (HR. Turmudzi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” (HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan)

Kapan Waktu Sholat Dhuha Yang Tepat, Berapa Rekaat Sholat Dhuha Yang Dianjurkan Rasulullah, Dan Kapan Waktu Seseorang Tidak Boleh Menjalankan Sholat Dhuha.

Al Qosim As Syaibani meriwayatkan bahwasanya Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu melihat beberapa orang melakukan shalat Dhuha, kemudian Zaid mengatakan: “Andaikan mereka tahu bahwa shalat setelah waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Shalat para Awwabin adalah ketika anak onta mulai kepanasan.” (HR. Muslim 748).

waktu shalat dhuha sebenarnya cukup panjang sejak setelah matahari terbit hingga  sebelum masuk waktu dhuhur. Namun ada waktu yang paling afdhol untuk menjalankan sholat dhuha diantara rentann waktu tersebut, seperti yang di jelaskan dalam hadist diatas, yaitu ketika matahari sudah mulai panas, antara jam 07:45 hingga 09:00 WIB.

Syaikh Musthafa Al Bugha dan empat ulama lainnya dalam Nuzhatul Muttaqin menjelaskan: “Waktu shalat dhuha dimulai sejak matahari beranjak tinggi sampai matahari mendekati posisi tengah. Tapi, yang paling utama adalah saat matahari meninggi dan sudah terasa panas.”

Setelah mengetahui keutamaan sholat dhuha dan juga waktu terbaik untuk menjalankannya, saatnya sekarang kita mempelajari, berapa rekaat sholat duha yang dianjurkan rasulullah.

Ada beberpa hadist yang meriwayatkan tentang sholat dhuha yang di laksanakan oleh rasulullah, dari 2 rekaat, 4 rekaat, 8 dan 12.

"Dari Abu Hurairah ra. berkata:'Kekasihku (Rasulullah Saw.) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa tiga hari pada setiap bulan (ayyam al-bidh'), dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tfidur'." (HR Bukhari). Demikian juga dengan hadits di bawah ini. Abu Abdullah berkata,"Abu Hurairah berkata,    `Nabi Muhammad Saw. berwasiat kepadaku dengan dua rakaat dhuha." Itban bin Malik berkata, "Pada suatu pagi Rasulullah Saw. berkunjung kepadaku bersama Abu Bakar setelah siang mulai terasa panas. Maka, kami pun membuat shaf di belakang beliau (bermakmum) dan beliau shalat dua rakaat." (HR Bukhari).

Mu'adzah bertanya kepada Aisyah ra, "Berapa rakaat Rasulullah saw. shalat Dhuha?" Aisyah menjawab, "Empat rakaat dan menambah sekehendak beliau." (HR Muslim).

Abdullah bin Harits berkata, "Aku bertanya pada masa Utsman bin Affan dan orang-orang pada saat itu sering melaksanakan shalat Dhuha, sedangkan aku tidak mendapatkan kabar tentang shalat Dhuha dari seorang pun (para sahabat Rasulullah saw) kecuali Ummu Hani yang meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. shalat Dhuha delapan rakaat." (HR Ibnu Majah).

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak 12 rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di surga”. [HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan].

Namun akan lebih baik jika kita melaksanakan sholat dhuha dengan rekaat semampu kita, asal istiqomah itu akan lebih baik dari yang banyak tapi tidak teratur dan tidak khusuk,  sebuah hadist menjelaskan, Dari Aisyah r.a. berkata : Nabi pernah ditanya :”Manakah amal yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda :”Yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit”. Beliau bersabda lagi :”Dan lakukanlah amal-amal itu, sekedar kalian sanggup melakukannya.” (HR. Bukhari).

Selain mengandung banyak keistimewaan, ternyata ada waktu dimana kita tidak boleh melaksanakan sholat dhuha, kapankah waktu itu..?, sekitar jam 6:00-7:30 WIB), dan waktu sebelum dzuhur sekitar pukul 11:30 hingga menjelang adzan dzuhur.

Sebuah hadist shahih menjelaskan tentang hal ini, “Kerjakan shalat Shubuh, kemudian jangan  kerjakan shalat hingga matahari terbit dan meninggi. Karena (saat itu) matahari terbit di antara dua tanduk syetan dan saat itu pula orang-orang kafir bersujud kepadanya. Setelah itu silahkan mengerjakan shalat (sunnah) karena shalat itu disaksikan dan dihadiri (oleh Malaikat) sehingga bayangan tegak lurus (tengah hari). (Saat itu) jangan kerjakan shalat, karena neraka sedang dinyalakan. Jika bayangan telah condong, silahkan kerjakan shalat karena shalat disaksikan dan dihadiri (oleh Malaikat) sehingga engkau mengerjakan shalat ‘Ashar. Sesudah itu janganlah engkau mengerjakan shalat hingga matahari terbenam. Sesungguhnya matahari terbenam di antara dua tanduk syetan dan ketika itu orang-orang kafir bersujud kepadanya.” (HR. Muslim)

Artikel ini berasal dari sumber yang bisa di pertanggung jawabkan kebenarannya.

Baca juga, 5 Keajaiban Sholat Tahajud



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts