Ini Yang Salah Dari Sistem Pendidikan Di Indonesia

Apa yang salah dari pendidikan di indonesia, 


Para pemegang kuasa di dinas pendidikan Indonesia beserta para tenaga pengajar, melupakan hal yang sangat penting, inspirasi dan motivasi, dua hal tersebut merupakan pemicu paling kuat untuk menginspirasi para pelajar.

Manusia mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam dirinya, kekuatan yang tidak bisa di hitung dengan rumus apapun, kekuatan yang tidak bisa di bandingkan dengan angka berapapun, apa itu..? Yang saya maksut adalah kekuatan keyakinan, dan terkadang untuk menumbuhkan rasa keyakinan yang luar biasa dalam diri manusia, ia membutuhkan inspirasi dan motivasi.

Apa pentingnya inspirasi dan motivasi untuk manusia..? Dengan dua hal tersebut, manusia dapat menemukan tujuan hidup, dapat tergerak untuk memulai, dan tak jarang hanya karena seseorang terinspirasi dan termotivasi ia dapat memandang sesuatu yang sulit menjadi mudah, meraih tujuan yang awalnya dirasa tidak mungkin namun bisa ia capai.

Lantas kenapa inspirasi dan motivasi harus di berikan sejak dini, di sekolah sekolah negri tingkat SD hingga SMA khususnya. Banyak para pelajar di Indonesia yang sebenarnya kurang termotivasi untuk belajar di karenakan mereka tidak memiliki tujuan dari ilmu yang mereka pelajari, saat seorang anak masuk sekolah, ia hanya di suruh ngitung, menghafal, belajar memahami rumus dan memecahkan soal, tanpa ada penjelasan yang pasti, untuk apa ilmu itu semua nanti, yang mereka tau dan gunakan hanya ilmu baca, dan hitungan dasar, seperti pengurangan, penjumlahan, perkalian, dan pembagian, hanya itu yang mereka tau kegunaanya dalam hidup, sedangkan yang lain, hanya akan berhenti di sekolah saja, akibatnya saat mereka lulus, mereka bingung mau di gunakan untuk apa ilmu itu, paling mentok cuma ngandelin ijaza untuk ngelamar kerja, yang lebih parah lagi hanya ijaza tujuan mereka sekolah, bukan ilmu, seandainya mereka sedikit punya ilmu, itu tidak lebih, hanya karena rutinitasnya di sekolah yang membuat mereka terpaksa untuk belajar, dan tanpa sengaja mereka sedikit faham.

Tak heran, mental para generasi penurus di negara ini hanya sebatas pekerja, bukan pengusaha, atau penemu, karena yang mereka pelajari hanya teori, bagaimana cara memahami rumus, menghafal rumus, entah itu kimia, fisika atau matematika, prakteknya nol, tidak lebih dari sekedar memecahkan soal. Sama sekali tidak pernah di tunjukan, ini loh,, kalau kamu bisa ini, kamu akan bisa bikin ini, kamu akan jadi ini, kamu akan bisa menciptakan ini, tidak ada motivasi sama sekali, seandainya mereka tau, seandainya para pengajar memberi praktek cara menggunakan ilmu ilmu tersebut, satu banding satu, satu teori satu praktek, dengan tujuan yang jelas, mereka semua akan termotivasi, mereka akan punya tujuan sendiri, dan tanpa di suruh belajar mereka akan dengan senang hati mempelajari. Ini fakta dan ini nyata terjadi di negara kita, salah satu contoh, semua orang tau, semua pelajar tau, dari remaja sampai paruh baya, dari sd sampai mahasiswa, kalau membuang sampah tidak pada tempatnya itu tidak baik, dan berdampak buruk bagi lingkungan, tapi nyatanya berapa persen orang Indonesia yang mempraktekan selogan buanglah sampah pada tempatnya, mereka hanya tau teori tapi prakteknya nol, meskipun itu mudah.

Belajar itu bukan dalam arti menghafal, proses belajar mestinya tidak penuh beban, dan tidak mesti di tentukan oleh nilai ujian, sebab manusia bukanlah scrup mesin industri, para siswa seharusnya di didik dengan mimpi dan imajinasi, mengaktifkan fikiran secara merdeka, agar kreatifitas mereka tumbuh dengan leluasa,,  siswa seharusnya tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pemahaman, dengan demikian mereka akan punya pribadi yang penuh dengan keterbukaan, bukan penghafal diktat yang penuh taat semata, salah itu lumrah, sebab dari situ para pelajar bisa belajar jadi dewasa.

Motifasi itu penting, sangat sangat penting, orang jahat bisa jadi baik karena termotivasi, orang bodoh bisa jadi pintar karena termotivasi, orang malas bisa jadi rajin karena termotivasi. Sedemikian pentingnya hal itu, tetapi kenapa di negara kita tidak di berikan sejak dini kepada para generasi mudanya.

Banyak orang yang berhasil hanya berawal dari baca buku motivasi  bisnis, hanya karena nonton film inspiratif, salah satu contoh orang sukses yang punya cita-cita sangat mulia yaitu memperbaiki ekonomi lingkungan sekitarnya, Aang permana ia sukses berawal dari membaca buku Bob sadino, dari buku tersebut ia terinspirasi menjadi pebisnis, bahkan tanpa sedikitpun tau tentang ilmu bisnis, ini contoh kekuatan keyakinan yang lahir dari motivasi.
Lihat penemu facebook, bahkan ia rela meninggalkan sekolahnya demi impian, kenapa...? Dia udah dapet ilmu yang dia butuhkan, dia tau ilmu itu untuk apa, dan dia punya tujuan yang pasti dari ilmu yang ia punya, akibatnya keyakinanya timbul, dia termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, meski jatuh bangun, tapi tetap ia perjuangkaan, dan lihat sekarang ia berhasil menciptakan jejaring sosial pertama di dunia. Bukan hanya sukses, tapi dia menjadi seorang penemu, merubah peredaban manusia, dialah penggagas pertama situs jejaring sosial di dunia.

Coba kalau setiap hari para pelajar di indonesia di suntik motovasi, sepulang dari sekolah dia tidak akan lempar tas lalu tidur, tapi saya yakin, di satu titik dia bakal mulai bereksperimen dengan ilmu yang ia dapat di sekolah. Jika itu di lakukan, sepuluh tahun kemudian indoneaia akan melihat generasi muda yang berbeda, bukan lagi mental pekerja, bukan lagi mental bergantung pada orang lain, tapi bermental pengubah, bermental pemberani mengambil resiko, bermental penemu, bermental penggagas, dan bermental pengusaha.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts