Cerita Humor, Vidio Call Whatsap

Cerita humor, vidio call whatsap




Saat itu saya lagi duduk di teras depan rumah, udah sueger lan ganteng soalnya habis mandi, nyantai sambil di temin segelas kopi, sesekali mataku melirik cewe cewe yang lalu lalang mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba hanfondku berdering.. " kringg,, kringg", eh ndak gitu deng bro bunyinya, hpku-kan canggih, jadi ya kerenlah bunyinya, ada lagu lagunya gitu, gadget baru lo...

Ternyata telvon dari sodara perempuanku yang di jakarta, kemaren sempat wa, kangen sama anaknya, jadi pengen v call.

Ndak pake lama, tak tarik tombol hijau ke arah kanan, seketika muncul gambar perempuan cerewet itu, "niko".. ia memanggil anak laki laki yang duduk tepat di sebelahku.

Bocah umur 1 tahun, berkulit putih dengan kepala pelontos itu sama sekali ndak menanggapi, dan tetap asik dengan mainanya. Aku yang ndak mau repot, langsung menyerahkan henfondku ke mamahku, dan kembali fokus dengan segalas kopi panas di depanku.

Obrolan mereka cukup lama, sudah hampir 20 menit masih juga belum berhenti, resah, gudah, gulana pun mulai menghampiri hatiku, jidatku mengricut, sembari mengamati mereka dengan wajah nyinyir.

"v call dari tadi kok ndak kelar kelar, mana kuota nipis lagi", batinku,

Aku sruputt sesekali kopi panas yang masih mengepulkan asap wangi tersebut, 'arabika bro, sedep abis'. Biarlah mereka melepas rindu sebentar lagi, aku coba buat ikhlasin kuota mung mungan yang aku punya, walaupun agak dongkol, dengan hati ndak rela, aku coba mengalihkan pandanganku kembali.

15 menit berlalu, masih juga belum berhenti, ini sudah ndak bisa di biarkan, batas kesabaranku sudah rontok terkuras, bagaimana nasip facebooku nanti malem, apa kabar timnas indonesia berikutnya, bisa kaya orang gila aku pegang gadget tanpa brawsing, tanpa facebookan, sudah cukup, ini harus di hentikan.

Langkahku pasti, sedikit tergesa gesa, menuju mamahku yang lagi asik menikmati harta berharga dalam henfondku,
" udah dulu ya, kuotaku mau habis ", seketika kurebut hanfond dalam genggaman perempuan paruh baya itu,
"kan aku yang nelvon, masak bisa abis kuotanya, sampean gimana to mas", aku langsung terdiam, antara dongkol dan geli.

Aku hanya membatin: sodaraku ini goblok apa gimana, sih? Lha ini kan video call whatsap, yang nelpon sama yang ditelpon kan sama-sama kesedot kuotanya.

Duh Gustiiii, padahal selama ini keluarga saya membangga-banggakan dia oleh sebab kecerdasanya dulu di waktu sekolah, aku yang di judge paling bodoh sekeluarga saja ndak katrok katrok amat.. "Hp sekerang  kok otak jaman dulu",

Hadehhhh, tapi ya mau gimana lagi, namanya juga sodara..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts