Tips Menjadi Pribadi Dewasa Dalam Segala Hal

Dewasa Dalam Segala Hal, berarti maknanya sangat luas, bisa berarti dewasa di depan wanita, dewasa dalam menjalin hubungan, dewasa di sekolah ( buat para remaja) dll, silahkan baca, dan di fahami, semoga artikel ini bisa menjawab semua pertanyaan tersebut.

Dewasa Itu Mudah
Kedewasaan sangat erat kaitanya dengan pola fikir dan tindakan, pola fikir dan tidakan yg baik itulah yang akan mencerminkan kedewasaan dari dalam diri kamu, kedewasaan dalam bersikap, berpakaian, berbicara dan lain sebagainya, akan timbul dengan sendirinya saat pola fikir dan tidakan kamu sudah benar.
Nah definisi lebih jelasnya, tentang pola fikir dan tindakan saya uraikan di bawah,

Kamu di katakan dewasa apabila, ketika kamu memutuskan untuk melakukan tindakan, sikap yang baik, diatas kemungkinan-kemungkinan buruk karena ketergesaan, emosi, atau hasutan orang lain. Di sebut dewasa juga ketika kamu bisa berprilaku baik dalam kemarahan.

Kedewasaan bukanlah fungsi usia, tetapi lebih ke fungsi pengendalian, jika sekarang usia kamu baru 18 tahun, kamu tetap bisa lebih dewasa dari orang yang usianya diatas kamu, asal kamu bisa mengendalikan diri kamu lebih baik dari mereka, mengendalikan tingkah laku kamu, sikap, tutur kata, cara berpakaian, dan banyak lagi.

Contohnya, suatu ketika, kamu di hadapkan dengan situasi yang seharusnya membuat kamu marah, tapi kamu bisa tidak marah, walapun diri kamu sebenarnya sedang marah, saat kamu ingin berkomentar tentang suatu hal, kamu bisa menahan berbicara, karena apabila berbicara, itu hanya akan menyakiti orang yang kamu komentari atau merugikan diri kamu sendiri.

Jika kamu ingin merubah diri kamu menjadi lebih dewasa, hal utama yang harus kamu lakukan adalah mengenali dorongan-dorongan dalam diri kamu, yang dapat menyebabkan kamu lepas kendali, atau lepas kontrol. Mungkin sebagian dari kamu pernah di katai norak atau kampungan oleh teman kamu, sodara atau yang lainya, nah saat mereka berkata seperti itu, itu tanda kamu telah lepas kendali dari dalam diri kamu, karena kalimat-kalimat tersebut secara tidak langsung telah memposisikan diri kamu, di bawah kelas dari pada mereka, nah dalam konteks di bawah kelas, berarti terdapat undangan untuk lebih menghormati diri kamu, kalau kamu bisa mengontrol kendali dalam diri kamu, tentu kalimat tersebut tidak akan terucap dari lisan mereka, dan itu berarti kamu telah menghormati diri kamu sendiri dan membuat mereka memandang kamu sebagai sosok yang lebih dewasa.

Dewasa itu simpel, saat kamu bisa mengontrol ucapan kamu, sikap kamu, tingkah laku kamu ke arah yang lebih baik, kamu sudah bisa di sebut dewasa.

Mungkin banyak orang-orang di sekelilkng kamu yang suka berkomentar terhadap suatu hal, saat dia mendengar orang berbicara, dia sudah berfikir apa yang mau di ucapa, nah.. walaupun yang di ucapkan adalah benar, tapi kalau arah komentarnya lebih ke arah negatif, menyalahkan, atau membuat orang yang di komentari terlihat lebih rendah darinya, itu bukanlah kedewasaan. Orang yang dewasa tidak akan bersikap demikian, saat ia mendengar, ia tau apa yang harus ia katakan, tapi ia berfikir untuk mencari cara bagaimana menyampaikan, agar orang yang ia komentari tidak merasa di rendahkan.  Nah jika kamu bisa konsen terhadap cara menyampaikan, hal itu yang akan mendidik kamu, membiasakan kamu, memiliki pribadi yang lebih tua dan dewasa.

Di satu titik orang yang dewasa juga tetap punya sifat ke kanak-kanakan, namun dia punya kontrol terhadap sifatnya tersebut, dia tau kapan, dimana dan ke siapa dia harus menunjukan ke kanak-kanakanya, dan karena dia telah berhasil menjadi sosok yang dewasa, dia bisa kembali ke sifat idealnya saat memang dia harus kembali.

Cara lain yang bisa juga kamu gunakan untuk melatih kedewasaan dalam diri kamu adalah dengan mengambil sosok-sosok penting di lingkup kehidupan kamu, bisa tokoh masyarakat, guru, tokoh spiritual, atau orang tua, lihat cara dia menghadapi masalah, menanggapi sesuatu yang tidak mengenakan dirinya, cara dia bertutur kata, kemudian teladani dan ambil ke dalam diri kamu, coba bayangkan saat dia mendepat masalah, posisikan diri kamu seolah-olah kamu itu dia, apa yang akan kamu lakukan, yang menurut kamu berat,  tetapi teladan kamu tersebut tetap mampu melakukan dan bersikap bijak, pelajari itu, fikirkan kenapa dia bisa bersikap anggun seperti itu, tentu jawabanya untuk kebaikan bersama, antara hidupnya, dirinyq dan masalah yang ia hadapi.

Setelah kamu mengerti, terapkan hal itu dalam diri kamu, jadikan hal itu sebagai kebiasaan kamu, mulailah membuang kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, dan yang terpenting sebelum kamu bersikap, lihat diri kamu dan orang lain, fikirkan apakah sikap kamu, ucapan kamu, merugikan diri kamu dan orang lain atau tidak, menyakiti orang lain atau tidak, sikap yang apa bila kamu keluarkan kamu akan di pandang di bawah kelas dari orang yang jadi lawan bicara kamu, tentu itu bisa di sebut merugikan diri kamu, jadi buat para remaja yang masih sering ngambek karena masalah sepele, over protektif saat menjalin hubungan dengan lawan jenis, fikirkan, bukankah sifat kamu tersebut sebenarnya, merendahkan diri kamu sendiri.

Tetap konsen pada cara penyampaian.

Baca juga, Kenapa orang baik lebih sering di kecewakan Disini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts