Kisah Haru Detik Detik Kematian Rasulullah SAW

Rusulullah SAW, tidak pernah sakit semasa hidupnya, kecuali sakit demam atau panas dalam badanya.
Pada suatu ketika saat rusulullah saw sedang sakit demam, dan kondisi tubuhnya semakin melemah, rosulullah saw di papah oleh Ali bin abi thalib ra, dan temanya kodhol bin abbas ra, menuju ke masjid.


Rusulullah saw, mengumandangkan khotbah di sana, di depan seluruh sahabat-sahabatnya ia mengatakan,

"kalian hanya akan selamat jika berpegang terhadap 2 hal, yaitu al-quran dan hadist, barang siapa yang mencintai al-quran dan hadist maka ia akan selamat dan masuk kedalam surganya Allah SWT, siapa yang mengikuti hadist, siapa yang mengikuti sunnahku berati ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, berati ia akan bersama-sama denganku di surganya Allah SWT".

Abubakar assidiq yang mendengar kalimat ini seketika menangis terisak-isak karena ia tau, bahwa inilah detik-detik kepergian dari rasulullah saw, di dalam masjid itu pula rasulullah saw berkata kepa seluruh sahabat-sahabatnya,
"aku tidak ingin ketika nanti aku di panggil oleh Allah SWT, masih ada orang-orang yang aku dzalimi dan mereka belum membalas perlakuan burukku semasa di dunia, maka hari ini siapa yang ingin mengkhitsosku silahkan.. mungkin saja selama aku berada di dunia ini aku pernah menyakiti kalian". 
Semua orang yang hadir di masjid itu tentu saja tidak ada yang tunjuk tangan, karena mereka tau rasulullah saw adalah orang yang lembut dan pengasih kepada seluruh umatnya, namun beberapa saat kemudian ada salah satu orang yang tunjuk tangan dan mengatakan,
"aku wahai rasul, akulah orang yang pernah engkau sakiti semasa hidupmu, mungkin kau tidak ingat wahai rasul, dalam perang badar engkau pernah mencambukku, engkau pernah memukulku dengan tongkat, mungkin engkaua tidak sengaja, tapi itu sungguh menyakiti badanku wahai rasul, dan pada hari ini, aku ingin membalas perbuatanmu itu" 
Seluruh para sahabat kaget, seketika berdiri dan mengatakan,
"wahai ukasyah, kenapa engkau berani berkata seperti itu, dengan keadaan rasulullah yang sakit, dengan keadaan rasulullah yang lemah, kalau begitu pukul saja kami, kata abubakar, kalau begitu cambuk saja kami, kata umar, kalau begitu lakukan saja pada kami, kata ali dan seluruh sahabat-sahabatnya" namun apa jawaban ukasyah " tdak.. aku hanya ingin memukul rasullah sebagaimana ia memukulku, aku hanya ingin mencambuk rasulullah sebagai mana ia mencambukku".

Pada saat itu rasulullah menjawab " wahai sahabat-sahabatku,, duduklah, tidak apa-apa, biarkan ini menjadi khitsos bagiku karena aku pernah tidak sengaja memukul ukasya" kemudian para sahabat menjawab "tidak rasulullah, tidak mungkin kami biarkan tubuhmu yang suci ini di pukul oleh ukasya", ukasya adalah sahabat rasulullah yang meminta kepada rasulullah agar masuk surga atanpa di hisab, dan rasulullah meng iyakan itu, tapi kemudian ia berani berkata seperti itu kepada rasulullah, berani memukul rasulullah.

Setelah itu rasulullah memasang badanya dan berkata,
 " pukulah aku wahai ukasya",
" tidak cukup hanya seperti ini wahai rasul" jawab ukasya, " dulu engkau memukulku, dulu engkau  mencambukku dalam keadaan aku tidak perpakaian sehingga itu membekas di bahukua, aku juga ingin engkau membuka bajumu supaya aku bisa memukulmu seperti saat engkau memukulku"
seketika para sahabat marah dan mencegah ukasya melakukan hal itu, namun ukasya tetap pada pendirianya. Rasullah menenangkan kembali para sahabatnya, kemudian mulai membuka bajunya, dan berkata "aku telah membuka bajuku wahai ukasya, silahkan engkau membalas perlakuanku dulu terhadapmu", setelah itu ukasya mulai berjalan mendekati rasulullah, ia kemudian memutar-mutarkan cambuknya, saat semua sahabat mulai menangis dan mencemo,oh ukasya, apa yang terjadi.. ukasya melemparkan cambuknya dan kemudian memeluk rasullullah, "tidak mungkin aku memukulmu wahai rasul, aku hanya ingin memelukmu wahai rasul, aku hanya ingin merasakan kulitmu bersentuhan dengan kulitku wahai rasul, aku melakukan ini semata-mata karena hanya ingin memlukmu wahai rasul".

Rasulullah kembali di papah oleh ali dan khodol untuk kembali ke rumahnya, pada saat itu matahari sudah mulai meninggi, pintu rumah rasulullah di kunci, dan rasulullah telah berbaring di pangkuan aisyah, ketika itu ada yang mengetuk pintu rumah rasulullah, dan kemudian fatimah membukakanya, sang tamu berkata kepada fatimah,
"aku ingin bertemu dengan ayahmu"
"tidak bisa wahai pemuda, ayahku sedang sakit", jawab fatimah, kemudian menutup kembali pintu rumahnya, dan melangkah mendekati sang ayah, saat itu rasulullah menatap dalam-dalam wajah fatimah dan berkata "wahai fatimah, sesungguhnya yang datang adalah malaikat maut, malaikat maut ingin mengambil nyawaku". Seketika tangis fatimah pecah tak terbendung mendengar kalimat itu. 

Malaikat maut masuk kedalam rumah dan menemui rusulullah, dalam keadaan lemah rasulullah bertanya kepada malaikat maut, dimana malaikat jibril, aku tidak melihatnya selama ini, kenapa dia tidak hadir hari ini, tetapi beberapa saat kemudian malaikat jibril datang menemui rasulullah, kemudian rasululllah bertanya kepada malaikat jibril,  
wahai jibril, apa hakku yang akan aku dapatkan,
wahai kekasih allah, sesumgguhnya para malaikat telah menunggumu di pintu-pintu langit, pintu-pintu surga teaah di bukakkan untukmu, jawab jibril
lalu bagaimana dengan umatku,
siapa yang mencintaimu, siapa yang mengikuti sunnahmu akan bersamamu di surga.
Setelah itu malaikat isroil perlahan-lahan mulai mencabut nyawanya, rasulullah merintih kesakitan dan berakata.
wahai malaikat maut.. dahsyatnya sakaratul maut ini,, sakitnya sakaratul maut ini... kalau aku tau sakaratul maut sesakit ini.. maka timpahkanlah rasa sakit sakaratul maut seluruh umatku kepadaku..aku tidak ingin mereka merasakan kesakitan yang teramat dahsyat ini.
Saat itu malaikat jibril memalingkan wajahnya dari rasulullah..
wahai malikat jibril, jijikkah kau melihatku sehingga kau memalingkan wajahmu..
wahai kekasih allah, tidak akan ada orang yang sanggup melihatmu dalam keadaan sesakit ini, dalam keadan hendak mati seperti ini..
Dalam keadaan yang mulai melemah, rasulullah memanggil Ali dan Fatimah, kemudian berbisik, wahai Ali, katakan kepada seluruh umatku, peliharalah sholat, peliharalah orang miskin,,
Di ujung nafas-nafas terahirnya rasulullah berteriak denga irih.. ummatii...ummati...ummati.. hingga nyawanya terpisah dari raga..

Rasulullah masih memikirkan umatnya, hingga ujung nafasnya..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts