Filosofi Kopi, Ada Cerita Dalam Secangkir Kopi Di Pagi Hari

Ada sebuah filosofi yang tak pernah tertulis...
Tapi selalu ada di setiap cangkir yang ku pasan..  Di pagi hari..
Setiap hal yang memiliki rasa..
Selalu mempunyai nyawa...



Jam 7 pagi, aku masih duduk di teras mes, di temani secangkir kopi dan sebungkus rokok marboro filter. Mataku tak jenuh menatap tetesan air hujan yang turun di tritisan tepat di depan tempatku duduk, gemericiknya hangat, sayup terdengar, membawaku tergerus dalam lamunan.

Masih tergambar jelas dalam ingatanku..
Dua tahun yang lalu.. Saat aku bersama salah satu temanku..  Pulang ke kontrakan selepas merayakan malam pergantian tahun baru..
Aku pulang kelewat waktu..
Hingga jam 7 pagi tepatnya..
"Stop... Stop... kita mampir dulu, gak ada salahnya kan nyobain ngopi disini", dengan tergesa gesa, sontak aku mengerem dengan kedua tanganku, sepeda motor metik, berwana hitam yang ku kendarai, berhenti tepat di sebelah kanan pintu caffe.
terlihat salah satu pelayan caffe sedang menyapu, lengkap dengan seragam putih, dan rok hitam, setinggi lutut, wajahnya putih mulus, dengan rambut lurus di ikat, dan lipstik berwarna merah, badanya langsig, kakinya sedikit berbulu, seakan menarik langkahku untuk masuk..
"mau pesan apa mas"
"kopi, 2, kapocino yaa", jawab temanku pendek, sambil meragakkan pesananya dengan tangan kanan..
Kami duduk di meja, dekat dengan pintu keluar, tepat di sudut sebelah kanan terdapat meja besar berbentuk setengah lingkaran, lengkap dengan alat peracik kopi, seorang pria terlihat piawae mumutar mutar sebuah benda lonjong berwarna silver, mirip teremos kopi panas, " waw, keren sekali orang itu", pikirku dalam hati..

"ini mas kopinya, silahkan di nikmati", ucap pelayan cantik itu sambil meletakkan satu persatu kopi di nampan yang ia pegang, ke atas meja kami, gelasnya terbuat dari kramik, berwarna putih mengkilat, berukuran kecil, setengah dari gelas kopi yang biasa kita gunakan.

Seruput demi Seruput kami nikmati, sambil bergurau membicarakan pelayan cantik tadi, silih berganti aku dan temanku menghisap sebatang rokok yang kami pegang..
"rasa nya sama, padahal harganya mahal", sahut temanku, memecah candaan.
"nikmatin aja, salah siapa ngjak ngopi disini" jawabku singkat.

Memang, iya hanya cangkirnya yang terlihat mahal, lumrah memang, setiap manusia berusaha memilih yang terbaik untuknya, tapi terkadang manusia lalai, fokus pada tampilan, tetapi lupa dengan isi..

Aku sadar, tempat yang bagus, mewah, dan elegan ini, dengan cangkir-cangkir cantik tadi, membuat kopi yang aku nikmati jadi mahal, aku hanya tertarik dengan cangkirnya saja, sedang kopi yang sejatinya tujuanku, aku lupakan, kemewahan tempat itu tidak mampu merubah rasa dari kopi yang ku nikmati, lebih pas kopi buatanku sendiri malah, mungkin ini yang di sebut selera..

"jhon,,, ayo berangkat!! ", sahut temanku sambil menepuk pundaku sebelah kanan, seketika lamunanku pun buyar, hujan telah reda,, aku beranjak dari dudukku, dan bersiap menjalani rutinitas..

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts