Apa Tujuan Hidup Manusia Yang Sebenarnya

Tujuan Hidup Manusia Yang Sebenarnya,
Kenapa kita hidup, kenapa kita di lahirkan, kemudian di matikan, kenapa kita di ciptakan, untuk apa sebenarnya kita hidup. Sebuah pertanyaan yang sederhana namun memiliki makna yang luar biasa, mungkin banyak diantara kamu yang sempat terlintas pertanyaan serupa. Saat kamu telah mengetahui apa sebenarnya hakikat manusia di hidupkan di dunia, maka kamu akan tahu apa yang harus kamu kerjakan di kehidupan yang hanya sebentar ini, kamu akan tau tujuan hidup yang sebenarnya, di titik itulah kamu akan merasakan ketenangan dalam hati, kedamain dalam menjalani hidup, karena kamu tau apa yang kamu kerjakan memang sudah seharusnya di kerjakan.

Jika kamu mau sedikit merenung, membayangkan waktu yang sudah terlewati, sungguh, hidup ini sangatlah singkat,  hari, bualan, tahun, tak terasa terlewat begitu saja, tanpa sesuatu yang berarti. Berapa umurmu sekarang, dan apa yang sudah bisa kamu beri untuk orang-orang di sekeliling kamu, sudahkah kamu bermanfaat bagi mereke..??


Saya akan mengulas pertanyaan tersebut dari sudut pandang islam, seorang penulis novel Ahmad Fuaddi dari novelnya yang berjudul Rantau Muara menjelaskan bahwasanya, hidup di dunia ini tidak ubahnya seperti perantau, setiap perantau pergi meninggalkan kampung halaman untuk mencari sesuatu, entah itu ilmu, uang dan lain sebagainya, semata-mata hanya untuk di jadikan bekal  ia pulang, bekal untuk kehidupan yang lebih baik di kampung halaman. Hidup kita di dunia ini juga sama, kita hanyalah perantau di dunia, tugas kita hanyalah menghamba dan menjadi khafilah yang bermanfaat bagi sesama, kita hanyalah hamba, tugas utama kita menyembah sang pencipta, sedangkan ilmu yang di wajibkan untuk kita timba dari kita lahir hingga sudah tak bernyawa, semua di tujukan agar kita bisa bermanfaat bagi sesama, bisa bermanfaat bagi lingkungan. Semua itu kita cari untuk bekal kita pulang ke rumah abadi manusia yaitu surganya Allah SWT.

Ketenangan dalam hidup tidak akan kamu dapat, selama ilmu yang kamu cari, hanya berguna bagi diri kamu sendiri, ketenangan, kebahagiaan, kebanggaan yang tiada tara akan kamu dapat apa bila ilmu yang kamu punya bisa merubah hidup orang-orang di sekililing kamu menjadi lebih baik, apa bila banyak orang mengenang namamu  sebagai sosok yang telah merubah hidupnya.

Apapun bidang yang sedang kamu geluti saat ini, tujukan untuk kemaslahatan hidup orang banyak, hidup memang butuh biaya, tapi bukan biaya tujuan hidup sebenarnya, biaya hanyalah bekal untuk hidup, saat kamu tujukan semua hal yang kamu kerjakan untuk kebaikan orang banyak, di situ kamu akan merasakan bahwa hidup kamu berguna, jalani dengan tulus, biarkan Allah yang mengatur rizki kamu atas apa yang kamu kerjakan.

Itulah hakikinya tujuan hidup manusia di dunia, sedang kunci agar tetap bahagia menjalani itu semua adalah ikhlas, ikhlas yang akan membuat kita bersyukur, ikhlas yang akan membuang rasa iri kita terhadap orang lain, ikhlas yang akan menjadikan diri kita hebat atas apa yang kita kerjakan, ikhlas yang akan membuat kita tidak membandingkan apa yg kita dapat denga  apa yang orang lain dapat.

Jadilah orang yang sudah selesai dengan diri sendiri, jika kamu takut tidak menumui bahagia apa bila mengerjakan apa yang seharusnya kamu kerjakan, wallahhi, kamu telah salah dalam berfikir.
Lihatlah cara Allah membagikan ni'mat bahagia kepada hambanya yang berjalan di jalanya, saat Allah berkehendak, tidak ada satu hal apapun yang mampu menghentikanya. Bahagia itu Allah yang berikan atas apa yang kamu kerjakan.

Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi manfaat bagi kamu yang sudah menyempatkan membaca.
Baca juga Bahagia Itu Kita Yang Ciptakan Bukan Orang Lain

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Popular Posts