Puisiku, Bukan Sekedar Patah Hati


Mungkin lebih baik tak ku katakan...
Sebuah ungkapan yang merubah keadaan..
Bila aku tau.. semua akan berujung menyakitkan..
Lebih baik ku pendam dan datang sebagai seorang teman..
Yang denganya aku bebas melihatmu... Dan tertawa bersamamu..

Bukan karena sebuah penolakan..
Namun karena kata-kata itu...
bertemu denganmu menjadi memalukan bagiku...
Mengagumimu menjadi menyiksa batinku..

Aku tak lagi berani menatapmu...
Ntah kenapa...!!
Aku merasa begitu rendah di hadapanmu..
Hanya memandangmu dari balik punggungmu yang aku mampu...
Sembari membayangkan begitu indahnya garis senyumu..

Bahkan malam itu...
Saat aku tau.. Engkau ada di seberang jalan...
Aku lebih memilih memalingkan wajahku..
Bukan karena aku sombong.. !!
Semata karena aku tak mampu menatapmu..

Entah sampai kapan, namamu akan ku tulis dalam bait puisi-puisiku..
Mungkin hingga rasa ini hilang tak tersisa..
Tapi apakah mungkin..
Apakah mungkin itu terjadi...?
Bahkan saat sikapmu begitu menyakitkanku, begitu merendahkanku...
Rasa ini tetap ada.. Sedikitpun tak berkurang..

Saat aku rindu akan sosokmu..Hanya potret ini yang setia menemani..
Walaupun aku tau...
Aku sangat teramat tau cinta....!!
sedetikpun tak pernah terlintas wajahku dalam benakmu...
"Betapa aku ini sangat bodoh, bukan!!!"...

Aku sangat berharap suatu saat nanti rangkain kalimat yang ku buat tak lagi tentang hati yang tersayat-sayat..
Tak lagi tentang pengabaian yang menyakitkan..
Tetapi tentang.. Keindahan..dan kebahagiaan yang di dalamnya tetap ada namamu..
Dan aku.. Adalah orang yang menceritakanmu.. Tentang sempurnanya hidupku saat bersamamu..

Cinta...
Sampai kapan kau memilih diam..
Sampai kapan kau mengabaikan...
Aku menunggu itu..
Kau bisa memahami rasa yang sebenarnya..

Apa sikap baikmu tak berhak untukku...?
Apa kesehajaanmu hanya berlaku bagi mereka..?
Atau mungkin semua itu hanya cerita...?
Tapi apapun itu...
Bagiku kau adalah sosok istimewa..

Mungkin aku takan sanggup menghubungimu lagi..
Bahkan sekedar menanyakan kabar langsung padamu..
Kau tau.. Seberapa jauh ku rendahkan harga diriku di hadapanmu..

Kau sangat faham hal ini bukan...!
Betapa malunya aku saat kau menertawakanku lantaran sikap ini yang terlalu kekanak-kanakan..
Betapa rendahnya aku saat aku tak mampu mengimbangi bahasamu...
Betapa kecilnya aku saat aku tak mampu masuk dalam duniamu...
Dan betapa bodohnya aku saat aku memilih untuk tetap mengagumimu...
Diatas derita yang jelas terlihat..
Diatas sakit yang jelas ku dapat..

Not just a broken heart..!!







Yang Saya Kecewakan Dari Sekolah Di Indonesia



Yang Saya Kecewakan Dari Sekolah Di Indonesia
Sekolah dianggap jadi kewajiban, bukan jalan yang harus di tempuh untuk meraih kesuksesan, murid di didik seperti scrup mesin industri, semuanya serba tersusun, dan minim pengembangan kreatifitas.

Imu pengetahuan yang di ajarkan di sekolah itu ndak salah, semuanya bermanfaat, cuma ada yang kurang..!, sekolah-sekolah di indonesia ndak ngajarin siswanya bagaimana cara menghadapi hidup. Maksutnya gini, seharusnya di sekolah kita juga di ajarkan, dan harus di praktikkan, bagaimana cara mengaplikasikan ilmu yang telah di pelajari untuk kemujuan hidup setiap siswanya, misalnya, diajarkan bagaimana menciptakan pekerjaan dari ilmu-ilmu tersebut, " pekerjaan yang menghasilkan tentunya", jadi ndak belajar-belajar tok, ngerti tok, tapi kalau di suruh guna'in ya tetap ndak bisa.  Taman SMP saja seharusnya sudah bisa punya kehidupan yang lebih baik.
Pola belajar di sekolah-sekolah indonesia itu mendidik muridnya untuk jadi tenaga pekerja, bukan pengusaha, atau seniman yang notabenya bisa menciptakan pekerjaanya sendiri dan ndak bergantung sama orang lain, Buktinya saat guru mengajarkan ilmu Akuntansi, atau ekonomi, ya cuma di kasih teori tok, selanjut di suruh ngerjakan soal, lebih seperti persiapan sebelum jadi kariawan, Ilmu bagaimana seharusnya memimpin perusahaan dan menjaga kestabilan keuangan ndak di ajarkan. Bagi yang STM, sama saja, teori, praktik, meskipun praktiknya lebih banyak, tapi tetap saja STM ndak ngajarin kamu gimana cara mendirikan sebuah bengkel yang berkualitas, yang di ajarkan cuma materi untuk bekal kamu kerja di bengkel.

Guru-guru seharusnya ndak sebatas ngajar tok, harus di inget, guru itu wali dari para pelajar saat di sekolah, seharusnya dia menjadi pendamping penuh atas siswanya di sekolah, memahami karakter serta problem dari setiap muridnya, kanapa yang ini bodoh, kenapa yang itu nakal, kenapa ada yang malas belajar, semuanya harus di fahami masalahnya, dan tugas guru juga untuk memotivasi muridnya agar tetap semangat belajar.

Setiap murid punya keluarga masing-masing dengan latar belakang yang berbeda-beda, ada murid yang telah di beri pencerahan oleh orang tuanya di rumah tentang gunanya sekolah sehingga dia semangat belajar, ada juga orang tua yang jor klowor, yang penting anaknya sekolah.
Guru ndak mahami ini, ada murid yang sudah punya tujuan, "mau jadi apa nanti setelah lulus" dari tujuan tersebut anak bisa semangat belajar bahkan tanpa di suruh, ada juga yang sekolah asal sekolah alias ndak punya tujuan, akibatnya proses belajar jadi sesuatu yang membebankan. Guru ndak mau ngasih suntikan inspirasi, supaya murid tau apa gunanya ilmu tersebut untuk masa depanya, yang di lakukan cuma ngajar-ngajar tok.

Proses belajar seharusnya ndak monoton, belajar seharusnya di barengi dengan bumbu imajinasi, biarkan murit bermimpi setinggi tingganya, mimpi itulah yang akan mendorong murid untuk terus belajar, tugas guru mendampingi, mengarahkan dan memberi inspirasi, dengan demikian proses belajar akan lebih menyenangkan, dan setiap murid tau mana ilmu yang seharusnya dia pelajari sungguh-sungguh sesuai phesionnya.

Rata-rata pelajar di indonesia itu hanya memburu ijaza tok, bukan ilmu, "sekolah, lulus, dapat ijaza, dapat kerja bagus", sudah cuma itu yang ada di otak mereka, karena anggapan mereka Ijaza adalah jalan satu-satunya untuk memperoleh pekerjaan yang baik, dengan hasil yang baik pula, padahal ndak demikian adanya, Mentri Kelautan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti hanya tamatan SMP, buktinya dia bisa jadi Mentri,  bahkan banyak pengusaha sukses yang berlatar belakang pendidikan rendah.

Pendidikan di indonesia itu terlalu banyak teori, dan minim peaktek, akibatnya mereka hanya pintar teori tok, tapi nol jika di suruh mengaplikasikan ilmunya. Contoh sederhana yang nyata-nyata terlihat di sekeliling kita adalah, selogan Buang Sampah Pada Tempatnya, siapa yang ndak tau slogan itu, bukan orang indonesia berarti. Dari SD sampai Kuliah, slogan tersebut selalu di suarakan kepada pelajarnya, "Buang Sampah Pada Tempatnya, Jagalah Kebersihan", tapi ya mong teori tok, , prakteknya nol, sudah tau salah tetap saja buang sampah ndak pada tempatnya, meskipun mudah tapi tetap ndak bisa mraktekin.

Kenapa seseorang bisa semangat mempelajari sesuatu, meskipun susah, meskipun rumit, tetapi tetap berusaha memecahkan kerumitan tersebut demi mengertinya atas apa yang sedang di pelajari. Seorang kariyawan yang sudah bekerja puluhan tahun tiba-tiba risain karena habis baca buku, ada apa di dalam buku tersebut!, ada inspirasi yang meyakinkan dia dan menggerakkan hatinya untuk risain dan mendirikan usaha, meskipun susah payah akan tetap di perjuangkan itu usaha, karena dia tau di depan ada yang lebih menjanjikan di banding hanya sekedar menjadi kariawan.

Seorang prof. Habiebie belajr mati-matian tentang ilmu fisika, sains, dan matematika karena dia tau dengan ilmu tersebut dia mampu menciptakan sebuah pesawat.

Nah kenapa orang-orang diatas, sebegitu kuatnya dia berjuang, sebegitu hebatnya dia mempelajari sesuatu. Prof. Habiebie belajar keras bukan semata dia ingin dapat nilai bagus dan lulus dengan predikat terbaik, tetapi karena dia tau apa yang bisa dia ciptakan jika dia menguasai ilmu tersebut, dia punya tujuan, dan dia punya impian yang terus memotivasi dirinya untuk selalu belajar.

Tujuan adalah kunci seseorang mau belajar sesuatu, namun sayangnya hal ini ndak pernah diajarkan di sekolah-sekolah indonesia. Anak masuk sekolah langsung di kasih soal, di suruh ngafalin rumus dan lain sebagainya, tanpa ada pencerahan tentang ke gunaan dari ilmu tersebut. Seharusnya begitu masuk sekolah, yang pertama di lakukan adalah memberi pencerahan se gamlang-gamblangnya tentang ilmu yang akan di pelajari, dengan demikian murid akan tau kegunaan ilmu tersebut, akan tau apa yang bisa dia ciptakan dari ilmu tersebut, dengan demikian para murid akan tertarik untuk belajar dan punya alasan kenapa dia harus belajar.

Dorongan dan kemauan untuk belajar yang paling kuat itu datang dari diri sendiri, bukan orang lain, tetapi inapirasi dari orang lainlah yang menciptakan dorongan belajar dalam diri mereka. Bukan paksaan yang akan menjadikan murid rajin belajar, tetapi dorongan dalam dirinya sendirilah, maka sudah menjadi tugas guru  menciptakan dorongan tersebut di dalam diri setiap muridnya.

Manfaat bersekolah dan seperti apa seharusnya sekolah

www.sudarmawan.net


Manfaat Bersekolah Dan Seperti Apa Seharusnya Sekolah
Sekolah itu sebenarnya sangat-sangat bermanfaat, sekolah mendidik manusia agar memahami berbagai ilmu, ilmu sosial, ekonomi, fisika, kimia dan banyak lagi, dengan bersekolah pola berfikir seseorang bisa tambah maju, wawasanya tambah luas.

Tujuan pemerintah menyediakan pendidikan dengan segala sistem dan peraturan di dalamnya sebenarnya sangat bagus, supaya para generasi penerus bangsa ini punya wawasan tinggi, dan di harapkan bisa punya kehidupan lebih maju, tapi kadang yang bersekolah malah ndak dong tujuanya apa..!!

Apa Manfaat Bersekolah

Ilmu, tujuan seseorang bersekolah yang pertama pasti ilmu, dengan bersekolah kita jadi bisa baca, "ini buat yang dasar", yang lebih tinggi setara SMA atau strata satu, ilmunya sudah sakti, yang jelas kalian bakal dapat ilmu yang ndak bakal kamu dapat kalau kamu ndak sekolah.

Kehormatan,, sebenarnya saya kurang setuju dengan yang nomor dua ini, tapi apa boleh buat, bakal tetap tak tulis, karena memang ini yang terjadi di indonesia. Orang-orang yang berpendidikan tinggi, biasanya punya nilai lebih di mata masyarakat, dia lebih di segani, lebih di hormati, karena di anggap pintar, padahal ya ndak mesti, tergantung sekolahnya beneran atau ndak.

Jadi disiplin,setiap sekolah punya aturan, dengan kebiasaan menaati aturan dan menyelesaikan segala tugas-tugas yang di berikan, secara ndak langsung akan merubah kebiasaan kita menjadi orang yang disiplin.

Tiga poin diatas merupakan manfaat yang akan di dapat jika sampean bersekolah, tapi ada beberapa hal yang saya ndak suka dari sekolah-sekolah di indonesia, menurut saya sekolah di indonesia gagal membentuk siswanya menjadi manusia yang berkualitas, hal ini saya rasakan sendiri, setelah saya lulus sekolah, saya bingung mau ngapain, paling pol cuma ikut arus, ngandelin ijaza buat ngelamar kerja.

Semua ilmu pengetahuan yang di ajarkan di sekolah itu ndak salah, semuanya bermanfaat, cuma ada yang kurang..!, sekolah-sekolah di indonesia ndak ngajarin siswanya bagaimana cara menghadapi hidup. Maksutnya gini, seharusnya di sekolah kita juga di ajarkan, dan harus di praktekkan, bagaimana cara mengaplikasikan ilmu yang telah di pelajari untuk kemujuan hidup setiap siswanya, misalnya, diajarkan bagaimana menciptakan pekerjaan dari ilmu-ilmu tersebut, " pekerjaan yang menghasilkan tentunya", jadi ndak belajar-belajar tok, ngerti tok, tapi kalau di suruh guna'in ya tetap ndak bisa.

Yang kedua, guru-guru seharusnya ndak sebatas ngajar tok, harus di inget, guru itu wali siswa saat di sekolah, seharusnya dia menjadi pendamping penuh atas siswanya di sekolah, memahami karakter serta problem dari setiap muridnya, kanapa yang ini bodoh, kenapa yang itu nakal, kenapa ada yang males belajar, semuanya harus di fahami, dan tugas guru juga untuk memotivasi muridnya supaya tetap semangat belajar.

Setiap murid punya keluarga yang berbeda, ada murid yang telah di beri pencerahan oleh orang tuanya di rumah tentang gunanya sekolah sehingga dia semangat belajar, ada juga orang tua yang jor klowor, yang penting anaknya sekolah.
Guru ndak mahami ini, ada murid yang sudah punya tujuan, "mau jadi apa nanti setelah lulus" dari tujuan tersebut anak bisa semangat belajar bahkan tanpa di suruh, ada juga yang sekolah asal sekolah alias ndak punya tujuan, akibatnya proses belajar jadi sesuatu yang membebankan.

Proses belajar seharusnya ndak monoton, belajar seharusnya di barengi dengan bumbu imajinasi, biarkan murit bermimpi setinggi tingganya, guru hanya perlu mendampingi dan memberi inspirasi, dengan demikian proses belajar akan lebih menyenangkan, dan setiap murit tau mana ilmu yang seharusnya dia pelajari sungguh-sungguh, dengan sistem seperti ini bukan ndak mungkin, 10 tahun kedepan akan banyak lahir generasi-generasi pengubah, ndak hanya jadi generasi penerus, generasi yang bermental pengusaha, bukan cuma pekerja.

Apa Itu Cinta Pertama



Cinta Pertama
Ada yang bilang cinta pertama itu pacar pertama, nah berarti sama dong sama cinta monyet..!, jawabanya bisa iya dan bisa enggak. Cinta pertama bisa jadi pacar pertama, cinta pertama juga bisa jadi pacar kedua, ketiga, bahkan ke empat.

Jadi yang bener cinta pertama itu apa to mas..?.
Cinta pertama itu ndak mesti pacar pertama, bahkan bisa jadi, bukan pacar kamu.

Saya punya cerita, ini pengalaman saya pribadi, awal saya kenal apa itu yang namanya cinta.

Saya tergolong remaja yang telat pacaran, tapi ndak telat puber lo ya, pertama kali saya pacaran, itu pas kelas 2 SMA, padahal saya udah mulai naksir sama perempuan sejak masih duduk di bangku SMP, tapi baru berani pacaran pas udah SMA. Pertama saya pacaran, ya cuma lantaran naksir tok, karena si perempuan cantik.

Perhatian saya ke si do'i belum bisa di sebut sebagai rasa sayang, hanya sebatas kewajiban saya sebagai seorang pacar, yang harus ngasih perhatian ke Do'inya.

Saya gonta ganti pacar sampai 3 kali, selama 2 tahun, dan yang ke 4, baru saya ngerasain yang namanya cinta, seperti apa rasanya..?, yang jelas beda sama yang saya sebutkan diatas tadi, kita ndak naksir cuma karena cantik atau ganteng, atau karena bodinya seksi atau sispek, yang namanya fisik cuma punya andil 40% di dalam rasa sayang kita ke si do'i, sisanya lebih ke perasaan dia dan perhatian dia ke kita, kamu juga perduli sama dia, sayang bener sama dia, jadi kalau do'imu lagi ada masalah, spontan kamu juga ikut mikir, apapun yang kamu lakukan untuk membuat si do'i seneng, semata-mata agar dia bahagia dan tambah sayang sama kamu, kamu juga takut kehilangan dia, itu yang namanya cinta, "ini definisi menurut saya lo ya..!",

Cinta pertama adalah pribadi yang menarik dan penuh kepolosan. Cinta pertama menunjukkan jika kita mengagumi seseorang dan merasakan getaran-getaran aneh. Membuat kita merasa senang hanya melihatnya tersenyum, ada juga yang merasa bahagia walau sekadar memandangi punggungnya karena tak punya keberanian lebih untuk menatapnya, banyak banget perasaan aneh yang baru pertama kali kita rasakan saat kita jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.

Nah jadi yang namanya cinta pertama itu, saat pertama kali dalam hidup kamu, kamu ngerasain perasaan seperti yang sudah saya jelaskan diatas tadi, terhadap lawan jenis.
Cinta pertama biasanya susah di lupakan, bisa jadi orang yang suka kamu bangga banggakan, kamu suka ngerasa dialah sosok yang paling pas dengan sifat dan kepribadian kamu, karena darinyalah kamu belajar mengenal cinta, mengenal bahagia, setitik kenangan yang tak seberapa saja, tapi jika kenangan itu berasal dari dia, bisa jadi sesuatu yang sangat indah dan tidak mudah di lupakan.

Tapi jodoh itu ndak mesti harus cinta pertama kok broo.. Kadang juga ada orang nikah ndak pake cinta, buktinya tetep langgeng saja to, intinya kita sebagai manusia yang ilmunya serba terbatas hanya bisa meraba sedikit rahasianya, Gusti Allah yang maha agunglah yang tau mana yang terbaik untuk hambanya, jadi nek di kasih jodoh, ndak usah ngeluh, syukuri saja.. Itulah yang terbaik broo.. Lek mripatmu melek.. Sue..sue yo eroh.

Apa Iya Cewek Berkumis Tipis Itu Nafsunya Tinggi



Banyak yang bilang, katanya cewek berkumis tipis itu nafsuan, saat saya tanya lebih lanjut tentang bukti-bukti ilmiah mengenai hal tersebut, nyatanya ndak ada yang bisa jawab, semuanya masih samar dan serba katanya, "tapi bener lo mas katanya si A", setalah saya tanya si A, ternyata si A katanya si B dan begitu seterusnya, "hoalah mbullet kaya kentot, nggacor tok mereka".

Hal itu membuat saya penasaran dan menggerakkan hati saya untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai pertanyaan tersebut, setelah 2 jam saya berselancar di internet untuk melakukan riset, akhirnya ketemu juga jawabanya, biar sampean juga lego, dan ndak mikir aneh-aneh lagi, mending baca sampe kelar.

Nah inilah fakta yang saya kumpulin dari berbagai sumber, dari situs-situs besar yang bisa di pertanggung jawabkan kebenaranya, ndak asal katanya atau asal jawab, karena bukan kapasitas saya untuk menjawab pertanyaan ini.

Pada dasarnya, bulu itu ada dua jenis yaitu bulu kasar dan bulu halus, kedua bulu tersebut memiliki fungsi yang berbeda, dan kumis tipis pada cewek yang sedang kita bahas kali ini, masuk dalam kategori bulu halus. Bulu halus itu sendiri berfungsi untuk menjaga keseimbangan suhu badan.

Nah bagaimana proses tumbuhnya kumis tipis pada perempuan..?, tak jelasno segamblang-gamblangnya disini.

Sebab dari  tumbuhnya kumis tipis di wajah cewek itu karena produksi hormon androgen yang berlebihan. FYI, hormon androgen merupakan hormon yang memicu pertumbuhan bulu-bulu pada tubuh manusia. Hormon ini akan memuncak aktivitasnya saat masa puberitas. Dan kemunculan kumis tipis pada cewek disebabkan oleh aktivitas kelenjar sebum yang dipengaruhi hormon androgen. Produksinya pun lebih banyak cowok dibanding cewek, yaitu 1:10.

Fungsi hormon androgen pada cewek untuk pembentukan estrogen, yaitu yang berperan untuk menghambat pengeroposan tulang. Selain itu, hormon ini juga berguna sebagai penambah gairah dan penyeimbang perasaan cewek. Dengan demikian, jangan heran jika saat produksi hormon androgen berlebih, maka akan menimbulkan hal-hal yang kurang wajar. Kumis dan jenggot tipis adalah contohnya.

Nah kembali ke pokok pembahasan tentang anggapan orang-orang mengenai cewek berbulu lebat atau berkumis tipis itu nafsuan sebetulnya ndak bener alias salah kaprah. Berdasarkan keterangan diatas, sebenarnya kedua hal ini ndak ada hubungannya sama sekali. Memang benar, pertumbuhan bulu disebabkan karena hormon testosteron juga, tapi pengaruhnya sangat kecil terhadap gairah seks cewek, toh produksunya juga sangat kecil, hanya 10% dari punya cowok.
(Sumber:hipwee.com)

Yang bener itu bukan nafsuan, tapi cewek berkumis tipis kelihatan lebih manis dan senyumnya mempesona, dan kalau memang benar ada cewek berkumis tipis yang nafsuan, bukan berarti di sebabkan karena kumisnya melainkan karena si cewek otaknya mesum dan suka mbokepan, "hahaha", kalau ini menurut saya pribadi lo ya..!!



Tahukah Kamu, Ternyata Mentri Kelautan Republik Indonesia Itu Cuma Lulusan SMP Lohh..!!


Ibu Susi Pudjiastuti didaulat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Penetapan ini diumumkan Bpk. Presiden kita Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014)

Ternyata, Ibu mentri kelautan kita itu hanya tamatan SMP tok loh.., ndak percaya!, awalnya juga saya rada ndak percaya, tapi setelah tak telusuri kesana kemari ternyata ini benar-benar nyata gaes, bukan berita hoax.

Beliau hanya memiliki Ijaza SMP, sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, tepatnya di SMAN Yokyakarta, tapi ndak sampe lulus, cuma sampai kelas 2 sudah keluar, bukan keluar atas kemaun sendiri, tepatnya beliau di keluarkan oleh pihak sekolah lantaran keaktifanya dalam gerakan Golput. "Rada bandel ternyata ya, Ibu Mentri kita semasa sekolah dulu".

Bpk. Presiden kita menunjuk Ibu susi sebagai Mentri bukan tanpa landasan alias asal comot saja, Ibu susi terpilih sebagai Mentri karena memang beliau pantas menduduki posisi tersebut. "Nanti tak kasih tau rekam jejak dari perempuan luar biasa ini", yang jelas saya sangat salut sama keputusan Pak Jokowi memilih Ibu Susi Pudjiastuti sebagai Mentri Kelautan Republik Indonesia, beliau tidak memandang sejarah pendidikan, tapi lebih melihat kemampuan dan potensi seseorang, "good job pak jokowi, saya sependapat kaleh ndjenengan".

Setelah di keluarkan dari sekolah, Ibu Susi Membuka usaha pengepul ikan di pesisir laut pengandaran, modalnya ndak banyak broo..cuma 750 ribu hasil menjual perhiasan di tahun 1983.

Besnis tersebut ia jalani hingga kurun waktu 13 tahun, nah disini kalian akan tahu hebatnya Bu Susi, kalau kebanyakan pengepul ikan, udah sukses ya paling cuma beli mobil, atau bangun rumah to.. Usahanya tetap, pengepul ikan juga. Ibu Susi beda, meskipun Lulusan SMP, tapi wawasanya jauh lebih luas dari beberapa sarjana di Indonesia, "ndak salah kan saya ngomong gini, wong buktinya ada".

Usaha yang beliau geluti tersebut berkembang pesat selama 13 tahun, melihat potensi hasil laut yang luar biasa, Ibu susi memberanikan diri mendirikan sebuah pabrik pengolahan ikan yang di beri nama PT ASI Pudjiastuti Marine Product, dengan product unggulanya berupa lobster. "Sukses Broo", bahkan product nya di ekspor ke berbagai negara, perusahan pengolahan ikan milik Ibu Susi ini tergolong luar biasa menurut saya, pasalnya beliau juga memiliki kurang lebih 46 pesawat (tercatat hingga tahun 2012) di bawah naungan PT. ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air, yang di gunakan untuk mengankut hasil laut dari berbagai daerah di indonesia, dan mengekspor olahanya ke Amerika dan Jepang, "Maizing".

Tidak selesai disitu, Ibu Susi juga menerima banyak penghargaan dari hasil keperdulianya terhadap bangsa indonesia,  penghargaanya antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat
Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005,
Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo.
(Sumber wikipedia)

Rekam jejak dan kapasitas beliau menghantarkanya pada kursi Mentri yang sekarang di duduki.



Sebuah Penolakan Yang Halus


Berawal dari temanku yang ngojok-ngojokin saya supaya deketin temen perempuan dari calon istrinya dia, eh malah kedaden beneran.

Ini cerita sedih lo ya, jadi please.... Jangan ketawa .. Harus ikut sedih, biar keliatan rasa simpatiknya gitu.

Secara saya adalah seorang laki-laki yang sudah melalang buana di dunia asmara, sudah ngrasa capek pacaran, dan niatnya mau pensiun, cari satu prempuan buat masa depan, niat yang sangat mulia to, saya lo taubat jadi palyboy.

Tak di sangka, baru di tunjukin fotonya, saya langsung kesemsem, anaknya muanis, campur ayu, hidungnya mancung, kulitnya bersih, dan katanya kalem, rajin menabung, penyayang anak kecil, seorang sarjana dan guru pula, "sempurna batinku", fotonya sangat berbeda dari waktu jaman SD dulu.

Ini tergelong perempuan teristemewa yang pernah saya deketin, secara saya cuma lulusan SMA rek, anaknya pak tani pula, miskin iya, pinter enggak, cuma modal tampang, yang sekarang gantengnya sudah mulai luntur.

Berbekal pengalaman di dunia rayu merayu, tak mantepin langkahku buat ndeketin dia, pin bb sudah ada, nomor hp sudah ada, mantep, joss, modal sudah komplit.

Chat pertama di mulai, masih standar, jurusku belum tak pakai.
" malem yu"
" malem juga"
" lagi ngapain",.........................., luamaaaaaaaaaaaaaaa brooook,
mentok di situ, hpku sepi, tak tungguin sampek sejam gak bunyi-bunyi, tak tinggal maenan gitar, udah dua jam masih juga belum bunyi. Karena penasaran, tak lihat riwayat chatnya, ternyata statusnya "D", tanda kalau belum di baca, " ah mungkin lagi sibuk" pikirku.

Malem itu usaha saya berakhir di chat ketiga, karena rasa penasaran saya yang masih juga belom ilang, bangun tidur langsung tak lihat lagi riwat chatnya, ternyata berubah, statusnya jadi "R" sekarang, tanda sudah si baca, tapi ndak di bales, nyinyir aku, "ngenes batinku".

Ini prempuan beda dari perempuan kebanyakan, istimewa, ndak pasaran, punya prinsip, dan komitmen, luar biasa bener. Meskipun malem itu di cuekin, tapi sama sekali ndak nyurutin niatku buat ndeketin dia.

Paginya saya mutusin untuk berselancar di facebook, nyariin akun dia "(penasaran)", Ndak terlalu sulit buat saya nemuin akun dia, karena memang kita sudah berteman di sosmed sejak lama, hanya saja tidak pernah berkomunikasi.

Yang tak lihat cuma foto-foto unggahanya doang, " tambah mantep  saya", banyak foto-foto dia bersama anak-anak didiknya, terlihat sangat akrab, ndak salah kalau temanku bilang bahwa dia adalah sosok guru yang paling di sukai murid-murid di sekolah tempat ia mengajar, ia mengajar di sebuah TK di daerahnya.
Menurutku dia sosok yang dewasa, penyabar, penyayang anak-anak, dan cerdas, sungguh calon ibu idaman.

Usaha berikutnya terus berlanjut, chat demi chat saya lontarkan, tapi ya tetep saja, 2 sampai 3 kali cahat, mentok, gak ada respon lagi, "sungguh ngenes sekali". Hal serupa terus terjadi hingga 3 bulan, babarblas ndak ada kemajuan, bahkan ndak ada satupun telphonku yang di jawab sama dia, semua di biarkan begitu saja, sampai suara operator yang njelehi itu terdengar.

Hubungan saya sama dia masih gitu gitu saja, di bilang temen ya ndak kaya temen, sebatas rada kenal tok, padahal di Sd samapai SMP kita satu sekolah. "Duh gustii saya udah ngarep tenan padahal".

Oke, saya nyerah, saya butuh bantuan, berangkat dari sini, saya meminta bantuan calon istri dari teman dekat saya selaku sahabat dia,  dan kabar baiknya dia bersedia menjembatani niat tulusku ini.

Pandangan terang lagi, semangatku yang redup bangkit kembali, saya bersiap mengerahkan segala kemampuan untuk menculik hatinya.

Berbekal nasehat-nasehat dan petuah dari dua sejoli temanku tersebut dan di tambah ojok-ojokan supaya si dia mau membukakan hatinya untukku, saya memberanikan diri mengutarakan keseriusanku padanya, tanpa basa basi, saya mengungkapkan seluruh prasaan saya dan semua niat baik saya.

" aku pengen serius sama kamu, ntah apa dan bagaiman rasa ini tumbuh, aku ndak tau, aku yang bodoh ini masih belum bisa menemukan teori yang bisa ku jadikan alasan kenapa aku bisa suka sama kamu, kalau kamu berkenan, aku bersedia melamar kamu", Send.......***loadding****.. pesanku terkirim, mendarat mulus di hpnya.
Tak pantengin terus tu huruf "D" yang berada di ujung pesan yang saya kirim, dengan perasaan was was, dan gelagat yang cemas, saya berusaha sabar menanti jawaban darinya, beberapa saat kemudian status pesan berubah jadi "R", di bawah DP nya terlihat tulisan miring berwarna biru "sedang menulis pesan", tambah ndak jenak saya, dan..... " tulling", pesanku di balas, jawabanya singkat, padat dan ndak jelas apa arah serta maksut dan tujuanya, "mbulet tapi pasti"

"Biarkan waktu yang menjawab"
hanya tak baca tok, ndak sanggup saya membalas, ini adalah kalimat ra jelas, bernada lembut dan bermakna penolakan, intinya ndak mau.

Sedih, iya.. Kecewa pasti, tapi tetap tak terima dengan lapang dada, wajarlah saya di tolak"fikirku", saya ini terlalu berharap, dan lupa ngaca, saya ini siapa, pangkat saya apa, bodoh iya, kere apa lagi!!. Kok ya nekad ndeketin dia, yang jelas jelas cantik, berpendidikan, dan masa depan terang.



Popular Posts