Puisiku, Rapuh

Rapuh....!! 

Berapa kali aku mengganti wajah ini...
Berpura-pura tegar..
Tetap tersenyum meski tersayat..

Meski aku tak sendiri...
Namun tetaplah..
Laku mereka..
Ucap mereka..
Tak begitu benar menurutku..
Aku tak cukup pintar membaca topeng mereka..
Benarkah kalimat itu..
Tak ada keihlasan manusia yg sempurna..

Tuhanku yang maha besar..
Inikah kutukmu untuku..??
Apakah terlalu besar dosa hambamu yg kecil ini..
Aku sadar, betapa seringnya aku meninggalkanmu..
Lalai akan perintahmu..
Dan mereasa mampu dengan diri ini..

Aku rapuh Ya robb..
Merintihh hati ini...
Tak sudihkah kau melihatnya..??
Seperih inikah caramu menyandarkanku..
Kau jatuhkan aku...
Kau butakan pandanganku..
Aku seperti di tengah samudra..
Tak mampu ku gerakkan tanganku untuk menepi..
Semua gelap..
Hanya hamparan air yang terlihat..

Tuhanku..
Betapa perih hati ini...
Saat tak mampu ku lakukan apa-apa..
Di tengah ketidak nyamananku..
Di bawah kaki sahabatku..

Kau lihat wajahnya.. Wahai Allah..
Tatapanya meludahiku..
Sikapnya menusukku..
Aku seperti itik buruk rupa..
Yg ingin di buang tapi tak di katakan..
Yang ingin di tendang tapi tak di lakukan..

Aku seperti pengemis.. Jelata..
Tersungkur di bawah kaki penguasa..
Yg di kasihani tanpa keikhlasan..
Yang di beri makan meski tak di harapkan..

Mengikutinya begitu menyakitkan..
Dan kini aku memilih diam..
Yang ternyata lebih menyakitkan..
Aku tak mampu berucap wahai tuhan...!!

Wahai dzhat nan agung..
Berikanlah cahayamu..
Ulurkan tanganmu..
Tunjukan jalanmu..
Aku rindu kebebasanku...

Ya rab...

Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini

http://www.sudarmawan.net/2017/07/kenapa-aku-di-uji-seberat-ini.html

Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini
Benar hanya kita yang mendapat ujian seberat ini, benarkah hanya kita dan mereka tidak..!. Saat kita merasa berada di titik paling bawah, saat kita merasa tidak ada lagi topangan untuk bersandar, saat kita merasa benar-benar sendirian dan masalah begitu berat, barulah ingat kepada Allah terlintas dalam fikiran kita, Kenapa Aku Di Uji Seberat Ini Ya Allah.

Saat hal buruk terjadi pada diri kita, seperti tidak ada hal buruk yang terjadi pada orang lain, walaupun sebenarnya tidaklah demikian, semua orang mengalami, hanya saja responya yang berbeda, respon tersebut yang menjadikan ujian terasa berat atau tidak. Bukankah Allah subahanahu wata'ala telah berkata bahwa dzat yang maha agung tersebut tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuanya, tapi kenapa semua ujian ini terasa sungguh berat untukku ?, adakah sebabnya ?, mari kita pelajari bersama, semoga Allah memberikan hidayah untuk kita semua.

Cermati arti dari ayat-ayat Al-Quran berikut ini :

“Barangsiapa berbuat kemadlaratan maka Allah akan memberinya madlarat, dan barangsiapa membuat kesusahan pada orang lain maka Allah memberinya kesusahan.” (H.R. Ibnu Majah No. 2333).

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi”  (Q.S. Asy-Syuura [42] :30-31).

Saat kita berbuat buruk maka keburukan yang akan kita dapat, begitupun sebaliknya, saat kita berbuat baik maka kebaikanlah yang akan kita dapat. Ustd. Yusuf mansur dalam tausyiah-tausyiahnya pernah menyampaikan 10 efek dosa besar yang akan berdampak buruk pada kehidupan pelakunya, di dalamnya termasuk dosa zinah, durhaka, syirik, dan harta haram, efeknya kesusahan dan sempitnya pintu rizki serta tidak tenangnya hati kita dalam menjalani hidup, memang terdengar tidak masuk akal jika di cerna dengan nalar, namun kita harus sadar, kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasan pengetahuan, sedikit ilmu yang kita punya, tidak akan pernah mampu untuk mencerna bagaimana kuasa Allah itu terjadi, Ingat saat Musa membelah laut dengan tongkat, Masjid yang tetap kokoh meski di terpa sunami yang begitu dahsyat di aceh, semua hal itu bisa terjadi, dan seribu teori ilmuan terbaik duniapun tidak akan mampu menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Kenapa ujian ini terasa begitu berat ?, benarkah itu ujian ?, atau jangan-jangan itu adalah adzab Allah ?, wallahu'alam, hanya Allah yang maha tau.

Saat kita mendapat cobaan yang terasa begitu berat kita selalu melihat sebab atas masalah tersebut di luar dari diri kita, padahal yang menjadi sebab adalah diri kita sendiri ("baca ayat diatas"). Hal itu yang membuat kita menyalahkan orang lain atau keadaan, kita menangis, bersujud, memohon atas ketidak adilan yang kita dapat, kita merasa diri kita adalah korban, dan hal-hal di luar diri kitalah penyebabnya, itulah yang kita lakukan sehingga semua yang kita rasakan menjadi begitu berat.

Sadarlah, semua yang menimpa kita saat ini adalah karena perbuatan kita sendiri, mungkin kita banyak lalainya, kita banyak maksiatnya, kita banyak salahnya, kenapa kita harus menyalahkan keadaan, kenapa kita harus menyalahkan orang lain, bukankah hal yang wajar bila Allah menurunkan kesusahan untuk kita, mungkin dengan cara itu kita bisa kembali mendekat, menyadari kuasanya, bahwa dialah sang maha segalanya, setitik kesusahan yang dia timpahkan untuk kita, sudah mampu membuat kita tak berdaya, sangat lemah, dan tidak tahu harus berbuat apa.

Berhentilah mengeluh, dan katakan pada diri kita, wajar Allah memberi kesusahan ini padaku, karena dosaku yang begitu besar, bahkan kesusahan ini belumlah sebanding dengan kelalaianku, maksiatku, kesalahanku, dan hidupku yang selalu sibuk dengan duniawi, memberi waktu sisa untuk Allah, menomor duakan sholat, mengutamakan pekerjaan, kita selalu menganggap otak kitalah yang paling benar, terlalu kawatir terhadap sesuatu yang telah di jamin yaitu rizki, dan mengabaikan yang tak pernah di jamin yaitu amal.



Faktor Penyebab Jomblo Terus Menerus

http://www.sudarmawan.net/2017/07/faktor-penyebab-jomblo-terus-menerus.html


Faktor Penyebab Jomlo Terus Menerus
Kenapa ya saya jomblo terus, apa karena saya jelek !, bisa jadi hehehe.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jadi jomblo terus.

Sebelum kita masuk dalam pokok pembahasan, alangkah lebih bijak kalau kita mempelajari terlebih dahulu, apa saja sih hal-hal yang dapat membuat seseorang tertarik dengan kita, dengan begitu kita akan tau, apa saja yang tidak kita punyai dalam diri kita dan mulailah kita melengkapi diri dengan hal-hal tersebut.

Berikut hal-hal yang dapat membuat seseorang tertarik dengan kita.


  • Paras atau wajah

Tidak bisa di pungkiri, paras cantik atau ganteng masih menjadi daya tarik seseorang untuk lebih mengenal kita dengan tujuan dan maksut ingin lebih dekat dan menjalin hubungan tentunya. Saat sebelum seseorang mengenal kita, tau tentang diri kita, tentu pandangan pertama yang akan menjadi daya tarik, nah apasih yang di lihat orang pertama kali, pastilah wajah kita. Terus bagaimana..? wajah cantik dan ganteng itu kan anugerah ilahi yang sudah menjadi bawaan sejak lahir, yaps benar sekali, tetapi paras atau wajah bukanlah faktor satu-satunya yang bisa membuat seseorang tertarik dengan kita, masih ada lagi yang lain, jadi jika kamu punya wajah pas-pasan jangan kawatir, itu bukanlah  penyebab utama kamu jomblo sekarang ini, bisa jadi kamu juga tidak punya hal-hal lainya. Ingat seseorang bisa tertarik dengan orang lain bukan cuma karena ganteng atau cantik.


  • Harta dan karier

Penghasilan dan pekerjaan adalah faktor kedua yang bisa membuat seseorang tertarik dengan kita, meskipun terbilang matre, tapi inilah sifat manusia, sebenarnya semua orang juga matre, tapi ada yang blak-blakan dan ada yang tidak. Manusiawi, setiap orang menginginkan punya pendamping yang sudah kecukupan secara financial, apa lagi kalau dia seorang cewek, nah apakah kamu punya faktor kedua ini dalam diri kamu, jika iya ini adalah poin plus buat kamu.


  • Keturunan
Faktor orang tua juga menjadi daya tarik seseorang untuk mendekati kita, misalnya kita ini anak pejabat, pengusaha, tokoh masyarakat, atau konglomerat, sudah pasti kita akan lebih di kenal orang, dan para orang tua lainya juga banyak yang berharap bisa dapat mantu seperti kita, apa lagi kalau kita orangnya baik dan sopan.


  • Kepribadian

Orang lain juga bisa tertarik dengan kita jika kita punya kepribadian yang baik dan taat beribadah, sopan dalam bicara, bergaulnya dengan lingkungan yang baik, di tambah kedewasaan dalam bersikap, memang hal ini tidak bisa serta merta langsung terlihat, butuh waktu cukup lama untuk orang melihat sisi baik dalam diri kita, nah apakah kamu seorang jomblo yang punya poin ke empat dalam diri kamu, jika iya, kamu hanya butuh waktu lebih untuk berada dalam lingkungan orang yang kamu suka, dengan demikian dia akan tertarik dengan sendirinya.

Poin pertama dan ketiga memang tidak berada dalam kendali kita, jadi kalau kamu seorang jomblo yang wajahnya pas-pasan, bukan anak orang ternama, pejabat, ningrat dan sebagainya, yang harus kamu kejar adalah poin kedua dan ke empat, kamu harus perbaiki kepribadian kamu, dan kejar karier kamu, jangan pernah berharap belas kasihan orang lain untuk mencintai kita, itu sangat merendahkan diri kita sendiri.
Kepribadian yang saya maksut meliputi banyak hal, termasuk cara berpakaian, pergaulan, cara berbicara, kedewasaan dan lain sebagainya.

Jika 2 hal itu sudah ada dalam diri kamu, tinggal perbanyak do'a sama Allah, walau bagaimanapun dialah yang maha memberi segalanya lagi maha membolak balikan isi hati seseorang.

Tips Pdkt
Langkah pertama jangan rendahkan diri kamu, menunjukan rasa keseriusan dan sayang itu banyak caranya, dan tidak harus mengemis cinta, orang lain juga akan ilfil kalau sikap kita seperti itu, jadi tunjukan rasa keseriusan kamu, perhatian kamu dan kasih sayang kamu dengan tidak mengurangi rasa wibawa kamu.

Pahami karakternya, apakah dia seorang yang dewasa, atau kekanak-kanakan, jika dia seorang yang dewasa, kamu harus sedikit sabar untuk mendapatkan hatinya, tunggu waktu yang tepat saat kamu ingin memberi perhatian atau hal-hal romantis, jika dia seorang yang kekanak-kanakan, beri lebih perhatian terhadap dia, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun, karena tipe cewek seperti ini biasanya mudah ngambek walaupun pemicunya hanyalah hal-hal kecil.

Cara Melupakan Mantan Pacar Yang Masih Dicintai




Cara Melupakan Mantan Pacar Yang Masih Dicintai
melupakan mantan yang masih sangat kita sayangi memang bukanlah perkara mudah, apa lagi jika mantan kita berada di satu lingkungan, seperti lingkungan kerja, kampus, atau sekolah.

Ini adalah masalah hati, kita sering mendengar para motivator berbicara tentang cinta, tentang move on, tentang bagaiman agar kita bisa melupakan seseorang yang masih sangat kita cintai, sangat kita sayangi.
Yang mereka katakan memang benar!, tapi bukan perkara mudah untuk melupakan tiap-tiap kenangan yang telah membekas di hati, kebersamaan, pengertian, perhatian, dan kasih sayangnya.

Ada orang yang bilang, untuk melupakan seseorang kita harus belajar mencintai orang lain, tetapi itu tidak sepenuhnya benar, saya pernah melakukan hal itu, namun yang terjadi bukan lupa atas cinta pertama, yang ada hanya melukai hati orang lain karena kita telah berbohong mencintainya.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu sedangkan ia baik untukmu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu sedangkan ia buruk untukmu, Allah maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui "

Kita hanyalah makhluk ciptaan dengan segala keterbatasan pengetahuan, terkadang kita berfikir kita tahu mana yang paling baik untuk diri kita, tetapi kenyataanya tidaklah demikian, sepenggal kalimat diatas dengan jelas menerangkan bahwa sanya Allahlah yang maha mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk diri kita.

Patah hati, kecewa adalah terbukanya cangkang pembungkus pengertian, yang apabila kita mampu mencermati, mengamati dan mempelajari sesuatu yang telah terjadi pada diri kita, kita akan tau sebuah kebenaran, yang kemudian akan membawa diri kita menjadi manusia yang lebih baik. Bisa jadi seseorang yang sangat kita cintai itu, seseorang yang sangat sulit untuk di lupakan itu bukanlah orang yang terbaik untuk diri kita.

Bagaimana agar kita bisa melupakanya ?,
Saya pernah mengalami hal itu dan saya melakukan hal ini, semoga bermanfaat ! :

1. Berdamailah Dengan Diri Sendiri Dan Terimalah Kenyataan
Stop meratapi hal itu, terimalah kenyataan bahwa kamu tidak bisa bersatu dengan dia untuk saat ini, percayalah akan kuasa Allah bahwa jodoh tidak akan pernah tertukar, mungkin dia bukanlah yang terbaik untuk kamu saat ini, atau mungkin diri kamu belum terlalu pantas untuk seseorang dalam hati kamu tersebut, sehinggi kamu perlu memperbaiki diri dan memantaskan diri, percayalah Allah telah mengatur semuanya, jika memang jodoh dia akan kembali padamu, dan jika memang dia bukanlah jodoh kamu percayalah dia bukan sosok yang terbaik untuk kamu.

2. Buang segala sesuatu yang selalu mengingatkan tentang dia
Hal ini memang sulit untuk di lakukan, terkadang saat kita sudah tak bersama lagi dengan dia, kita masih saja berharap telfon dari dia, sms atau chat dari dia, atau sekedar melepas rindu dengan melihat foto-fotonya. Percayalah ini cara terbaik untuk melupakan seseorang yang kita sayang, hapus nomor telfonya, blok semua akun sosial medianya, hapus foto-foto dia dan foto kenangan kamu bersamanya. Jika kamu berada satu lingkungan dengan dia, hindari kontak langsung dengan dia, jangan pernah tunjukan kesedihan kamu, jangan pernah terlihat lemah de didepanya, buat seolah diri kamu baik-baik saja.

Kuatkan hati kamu agar tidak menghubunginya lagi.

3. Ceritakan kepada orang yang kamu percayai
Sebagian orang kadang tidak bisa memendam rasa sedih sendirian, dia butuh bercerita untuk melegakkan hatinya, berceritalah terhadap orang yang kamu percayai, minta masukan dari dia.

4. Fokuskan diri kamu untuk karier
Saat seperti itu adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan diri kita ke masa depan, tambah porsi belajar dan kerja kamu, bangun kembali mimpi-mimpi kamu, fokuskan hati dan fikiran kamu ke satu titik tersebut, jangan biarkan diri kamu sendiri, melamun dan tanpa kegiatan, gunakan waktu luang kamu untuk sekedar membaca buku, menggambar atau membuat karya-karya yang baik untuk masa depan hidup kamu, saat kamu telah move on nanti kamu sudah menjadi pribadi yang berkualitas, dan percayalah jodoh kamu akan lebih baik. Buktikan diri kamu bisa lebih baik walau harus hidup tanpa dia, bukan malah sebaliknya.

5. Berdo'a, pekuat sholat dan perbanyak membaca Al-Quran
Allah SWT berfirman dalam surah Arrad ayat 8 :
" ....hanya dengan mengingat allah hati kita akan tenang".
Sholat bukan hanya sekedar ibadah, sholat dapat mencegah kita berbuat keji ataupun mungkar dan menangkal keduanya terjadi kepada kita, sholat juga akan menyejukkan hati, pasrahkan semuanya kepada yang maha membuat dan membolak-balikan hati manusia, apa yang terjadi terhapmu saat ini adalah kehendaknya, dan atas kehendaknya pula hati kamu akan tenang dan lega.

Hidup ini terus berjalan ke depan, meratapi masa lalu dan terpuruk dalam keadaan itu tidak akan membuahkan apa-apa, yang ada hanya kesedihan, kebimbangan dan keterpurukan. Apa yang kamu dapati bukanlah akhir dari segalanya, stop melihat ke belakang, dan fokuskan pandangan kamu ke depan, di depan segala sesuatu masih bisa terjadi, pasangan yang lebih baik dari dia, hidup yang lebih baik dari kemarin, dan hati yang lebih berbahagia, jadi tatalah hidup kamu kembali, persiapkan diri kamu untuk masa depan yang lebih baik.



Tujuan Pernikahan Menurut Islam

Tujuan Pernikahan Menurut Islam


Pernikahan wajib hukumnya bagi seorang muslim, nah kenapa pernikahan itu di wajibkan!.
Inilah beberapa sudut pandang pernikahan menurut islam yang membuat pernikahan itu menjadi di wajibkan bahkan boleh di segerakan untuk mencegah timbulnya zinah.

Pernikahan di tujukan untuk tuntutan Naluri Manusia yang Asasi, pernikahan merupakan fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan naluri terhadap lawan jenis adalah dengan ‘aqad nikan, pernikahan juga di tujukan untuk menghindari zinah. Seperti kita ketahui bersama, di zaman modern seperti sekarang ini budaya ke barat-baratan justru menggerus budaya timur yang sejatinya memiliki akhlakul karimah baik dan taat akan tuntunan agama.

Kebiasaan berpacaran bahkan kumpul kebo, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya sudah marak terjadi di negara islam khususnya indonesia, hukum pernikahan ada untuk menghindari itu semua, Allah telah membedakan antara manusia dengan binatang dengan aturan-aturan dan pentunjuk dalam kitab suci Al-Quran, yang denganya melarang manusia bersetubuh dengan cara binatang, karena manusia makhluk sempurna, makhluk yang di beri akal dan hati.

Tujuan Pernikahan Menurut Islam

Untuk Membentengi Akhlak Dari Perbuatan Kotor
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻳَﺎ ﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟﺸَّﺒَﺎﺏِ ﻣَﻦِ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺒَﺎﺀَﺓَ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺰَﻭَّﺝْ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺃَﻏَﺾُّ ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﻭَﺃَﺣْﺼَﻦُ ﻟِﻠْﻔَﺮْﺝِ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻟَﻪُ ﻭِﺟَﺎﺀٌ .
“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”[1]
Sebagai mana sabda Rasulullah diatas yang dengan tegas menjelasan bahwa di syari'atkanya pernikahan tidak lain adalah untuk membentengi manusia dari perbuatan kotor dan keji, menundukan pandangan manusia terhadap yang belum makhromnya.

Menegakkan Rumah Tangga Yang Islamiah
Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrohmah adalah anjuran pernikahan menurut islam, sepasang suami istri telah di bagi-bagi hak dan kewajibanya dalam hadist maupun firman allah agar mereka senantiasa berkeluarga sesuai syari'at islam, meskipun demikian islam tetap membenarkan adanya thalaq (perceraian), bila mana suami isteri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqoroh.
ﺍﻟﻄَّﻠَﺎﻕُ ﻣَﺮَّﺗَﺎﻥِ ۖ ﻓَﺈِﻣْﺴَﺎﻙٌ ﺑِﻤَﻌْﺮُﻭﻑٍ ﺃَﻭْ ﺗَﺴْﺮِﻳﺢٌ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ۗ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻭﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺁﺗَﻴْﺘُﻤُﻮﻫُﻦَّ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺨَﺎﻓَﺎ ﺃَﻟَّﺎ ﻳُﻘِﻴﻤَﺎ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺧِﻔْﺘُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ ﻳُﻘِﻴﻤَﺎ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺍﻓْﺘَﺪَﺕْ ﺑِﻪِ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺪُﻭﺩُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺪُﻭﻫَﺎ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﻌَﺪَّ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺄُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤُﻮﻥَ
“Thalaq (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan isteri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh isteri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zhalim.” [Al-Baqarah : 229]
Apa bila keduanya sudah tidak sanggup lagi melaksanakan syari’at Allah SWT yang telah di terangkan dalam firman-firmanya.

Allah SWT juga mengatur tentang hukum rujuk untuk sesorang yang sudah bercerai atau memberikan talaq, sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah berikut,
ﻓَﺈِﻥْ ﻃَﻠَّﻘَﻬَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺤِﻞُّ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪُ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗَﻨْﻜِﺢَ ﺯَﻭْﺟًﺎ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ۗ ﻓَﺈِﻥْ ﻃَﻠَّﻘَﻬَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺮَﺍﺟَﻌَﺎ ﺇِﻥْ ﻇَﻨَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﻘِﻴﻤَﺎ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺪُﻭﺩُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺒَﻴِّﻨُﻬَﺎ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“Kemudian jika dia (suami) menceraikannya (setelah thalaq yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas isteri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.” [Al-Baqarah : 230].
Dua ayat tersebut telah menjelaskan tujuan pernikahan sejatinya adalah untuk membina rumah tangga dengan aturan-aturan berupa hak dan kewajiban sepasang suami istri, hukum hak dan kewajiban menurut Allah SWT.

Menanggapi fenomena pernikahan jaman sekarang, orang tua atau bahkan pemudanya sendiri banyak yang menitik beratkan materi dan jabatan sebagai tolak ukur pasangan yang ideal, islam sebenarnya telah memberi petunjuk tentang pasangan hidup yang ideal.
Berikut adalah pasangan hidup yang ideal menurut islam.

Kafa'ah (kesepadanan)
Kafa'ah menurut pandangan islam
Agama Islam sangat memperhatikan kafa-ah atau kesamaan, kesepadanan atau sederajat dalam hal pernikahan. Dengan adanya kesamaan antara sepasang suami isteri tersebut, maka usaha untuk mendirikan dan membina rumah tangga yang Islami  insya Allah akan terwujud, dan sejatinya Kafa-ah menurut Islam hanya diukur dengan kualitas iman dan taqwa serta akhlak seseorang.
Beda halnya dengan yang terjadi di sekitar kita dewasa ini, pengaruh buruk materialisme telah banyak menimpa orang tua. Tidak sedikit orang tua, pada zaman sekarang, yang selalu menitikberatkan pada kriteria banyaknya harta, keseimbangan kedudukan, status sosial dan keturunan saja dalam memilih calon jodoh putera-puterinya. Masalah kufu’ (sederajat, sepadan) hanya diukur berdasarkan materi dan harta saja. Sementara pertimbangan agama tidak mendapat perhatian yang serius. Allah SWT memandang derajat seseorang sama, tidak ada perbedaan derajat dari keduanya melainkan derajat taqwanya.
Allah berfirman:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰٰ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ۚ ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [Al-Hujuraat : 13]
Bagi mereka yang sekufu’, maka tidak ada halangan bagi keduanya untuk melakukan pernikahan. Wajib bagi para orang tua, pemuda dan pemudi yang masih berorientasi pada hal-hal yang sifatnya materialis dan mempertahankan adat istiadat untuk meninggalkannya dan kembali kepada Al-Qur-an dan Sunnah Nabi yang shahih, sesuai dengan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
ﺗُﻨْﻜَﺢُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ِﻷَﺭْﺑَﻊٍِ : ﻟِﻤَﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺤَﺴَﺒِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺠَﻤَﺎﻟِﻬَﺎ ﻭَﻟِﺪِﻳْﻨِﻬَﺎ، ﻓَﺎﻇْﻔَﺮْ ﺑِﺬَﺍﺕِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﺗَﺮِﺑَﺖْ ﻳَﺪَﺍﻙَ .
“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” [2]
Hadits ini menjelas tentang sejatinya lelaki memilih wanita tidak akan jauh dari empat hal tersebut, harta, kecantikan, keturunan ( misal pejabat atau ningrat ), dan agama, tetapi nabiallah Muhammad saw, menekankan pada poin yang ke 4, yaitu tingkat keislamanya, seorang wanita yang shalehah dan taat beribadah pastilah memiliki akhlah dan budi pekerti yang baik, da mereka adalah golongan wanita yang tau tentang kewajiban seorang istri.

Meski demikian bukan berarti menikah bukan dengan wanita shalehah tidak di perbolehkan, di dalam al-quran di jelaskan, bahwasanya laki-laki yang menikahi seorang wanita karena hartanya, kecantikanya atau keturunanya juga di perbolehkan dan sah hukumnya, seperti yang di jelaskan dalam firman Allah berikut ini :
ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜَﺎﺕُ ﻟِﻠْﺨَﺒِﻴﺜِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜُﻮﻥَ ﻟِﻠْﺨَﺒِﻴﺜَﺎﺕِ ۖ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠﻄَّﻴِّﺒِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒُﻮﻥَ ﻟِﻠﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempukakinyaah keji (pula). Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…” [An-Nuur : 26]

Kenapa Wanita dan Laki-Laki yang saleh, salehah sangat di anjurkan untuk di nikahi dalam islam?.
Allah berfirman dalam surah Annisa :
ﻓَﺎﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ﻗَﺎﻧِﺘَﺎﺕٌ ﺣَﺎﻓِﻈَﺎﺕٌ ﻟِﻠْﻐَﻴْﺐِ ﺑِﻤَﺎ ﺣَﻔِﻆَ ﺍﻟﻠَّﻪُ
“…Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (me-reka)…” [An-Nisaa’ : 34]
Lafazh ﻗَﺎﻧِﺘَﺎﺕٌ dijelaskan oleh Qatadah, artinya wanita yang taat kepada Allah dan taat kepada suaminya.[3]
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺍَﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺘَﺎﻉِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ .
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” [4]
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗَﺴُﺮُّﻩُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﻈَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺗُﻄِﻴْﻌُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮَ ﻭَﻻَ ﺗُﺨَﺎﻟِﻔُﻪُ ﻓِﻲْ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻣَﺎﻟِﻬَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ .
“Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya, dan tidak menyelisihi atas diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukai suaminya.” [5]
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻌَﺎﺩَﺓِ : ﺍَﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺴْﻜَﻦُ ﺍﻟْﻮَﺍﺳِﻊُ، ﻭَﺍﻟْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﻛَﺐُ ﺍﻟْﻬَﻨِﻲْﺀُ، ﻭَﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻘَﺎﻭَﺓِ : ﺍَﻟْﺠَﺎﺭُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺴْﻜَﻦُ ﺍﻟﻀَّﻴِّﻖُ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺮْﻛَﺐُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀُ .
“Empat hal yang merupakan kebahagiaan; isteri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang merupakan kesengsaraan; tetangga yang jahat, isteri yang buruk, tempat tinggal yang sempit, dan kendaraan yang jelek.” [6]
Menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih.

Ayat - ayat Al-Quran serta hadist -hadist diatas menjelaskan bahwa, betapa sangat beruntungnya seorang laki-laki yang menikahi wanita shalehah, dia seorang muslimah yang taat beribadah, taat kepada Allah, dan taat kepada suami, dia senantiasa mengetahui apa yang harus di kerjakan sebagai seorang istri, dia mengetahuai betapa agungnya sang suami hingga surga berada di telapak kakinya.

Apa Yang Salah Dari Indonesia

Apa Yang Salah Dari Indonesia
Indonesia adalah negara kaya, jepang dan belanda menjadi bukti kesilauan mata dunia atas kekayaan negri ini. Sumberdaya alam yang melimpah, kesuburan tanah yang tak di ragukan lagi, dan kekayaan laut yang tak ternilai, tetapi kenapa hidup rakyat indonesia di rasa jauh dari kemakmuran, diatas kekayaan alam yang begitu melimpah seharusnya lapangan kerja tidak lagi menjadi masalah bagi bangsa ini jika sumberdaya alamnya mampu di eksploitasi dengan baik. 

Tercatat per 30 juni 2016 penduduk di indonesia mencapai 257 juta jiwa ( data tribunews.com ), sungguh jumlah yang sangat besar, ini bisa menjadi pangsa pasar yang besar, dan seharusnya rakyat indonesia bisa memaksimalkan pasar yang sangat besar ini untuk kemakmuran ekonomi penduduknya, tapi lagi-lagi itu tidak terjadi di negri kita tercinta indonesia, produk lokal kalah saing dengan produk asing. Indonesia belumlah siap menerima pasar bebas ASEAN, tetapi pemerintah memaksakan.

Apa Yang Salah Dari Indonesia, manusianya kah?
Era tahun 2000 ke atas menjadi eranya Revormasi, eranya demokrasi, eranya kebebasan berpendapat. Revormasi yang di harapkan mampu merubah negri ini dari kebobrokan elit pemimpin berakhlak KKN, nyatanya tidaklah demikian, revormasi belum mencitrakan namnya, negri ini masih berhati Orde baru, Korupsi, dimana-mana, penyalah gunaaan wewenang sering terjadi. 

Eranya SBY, pembentukan Komisi Pembrantasan Korupsi di ciptakan demi memuluskan cita-cita bangsa yang bebas KKN, di tengah gencarnya para pemimpin KPK memenjarakan pejabat-pejabat korup bangsa ini, KPK berhasil mengungkap kasus-kasus besar, sudah banyak pejabat korup negri ini yang di penjarakan. Andi Malarangeng Terdakwa korupsi Mega proyek hambalang, Anas Urba Ningrum, dan masih banyak lagi, tidak perduli anggota DPR, Mentri, Gubernur atau pejabat lainya, siapa yang terbukti mereka akan di ciduk.

Karena kebringasanya, para pejuang kebenaran itupun di tumbangkan, dengan segala cara dan tipu daya untuk membalikkan pandangan masyarakat atas fakta yang sebenarnya, para pemimpin KPK di kriminalisasikan karena di rasa terlalu berbahaya jika di biarkan bertindak se'enaknya, Abraham Samad dan kawan-kawan yang telah mendapat tempat di hati rakyat indonesia di penjarakan karena mengusut Calon Kapolri Budi Gunawan yang di duga melakukan tindak KKN, dan sekarang wakil ketua DPR RI Fadlizhon yang meminta KPK di bubarkan, institusi pemerintahan jadi tempat pertarungan mafia uang rakyat dan segelintir pejuang kebenaran.

Jabatan bukanlah mandat masyarakat yang seharusnya di gunakan untuk kepentingan dan kemajuan rakyatnya, jabatan di jadikan alat untuk memuluskan opsesi diri sendiri, Masih ingat kasus Setia Novanto sang ketua DPR yang mencatut nama presiden ?, di dalam rekaman tersebut jelas terdengar percakapan beliau dengan petinggi Freeport yang meminta saham sebanyak 11 % atas nama presiden sebagai syarat untuk melanjutkan kontrak karya, apa menurut anda itu biasa saja?, bukanlah wewenangnya membicarakan kontrak karya perusahaan asing, dan sekarang kasusnya tenggelam, beliau hanya di turunkan dari kursi ketua DPR, setumpul itukah hukum di negri ini bagi elit politik!. Satu lagi kasus memalukan yang terjadi di Lumajang Jawa Timur tepatnya di desa selok Awar-Awar, Salim kancil seorang petani sekaligus aktifis yang menuntut penutupan tambang pasir karena telah merusak sawah warga di bunuh oleh kepala desa tersebut, bahkan sang petani sempat di aniaya di dalam kantor kelurahan, di kroyok puluhan anak buah sang lurah, di buat landasan jamping sepeda motor, hingga kemudian tewas. Luarah yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat justru melakukan hal yang sebaliknya, kantor kelurahan di jadikan tempat penganiaya'an, pejabat bisa melakukan apa saja, pejabat seperti kebal terhadap hukum, sebobrok inikah bangsa kita.

Pendidikan di negri ini tidak mampu mencetak generasi berkualitas
Sebelumnya saya pernah menulis tentang Kekecewaan saya terhadap pendidikan di indonesia. Indonesia itu kaya tetapi kenapa manusianya tidak mampu mengolah sumberdaya alamnya sendiri.

Pendidikan di indonesia hanya fokus terhadap materi, semuanya di ukur berdasarkan materi, kelulusan di ukur berdasarkan uji materi, kecerdasan di ukur berdasarkan kepintaran materi, sedangkan praktik yang sejatinya sangat di butuhkan, tetapi kenyatanya nol besar, nilai praktik tidak begitu penting di pendidikan negara kita. Saya yakin di negri kita tercinta ini banyak sekali orang pintar, tetapi mereka tidak berani untuk action, karena memang hal itu tidak pernah di latih di sekolah, padahal yang indonesia butuhkan saat ini adalah ection, kerja nyata, bukan uji materi atau sekedar penelitian yang kemudian hasilnya hanya jadi tumpukan berkas yang terabaikan tanpa pernah di realisasikan.

Bicara mengenai praktik, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan jasa pengurus dokumen tenaga kerja asing, ada satu undang-undang di negara kita yang mewajibkan tenaga ahli warga negara asing yang bekerja di indonesia harus memiliki tenaga kerja pendamping, durasi kerja maksimal tenaga kerja asing adalah 5 tahun, undang-undang itu di tujukan agar tenaga pendamping bisa menjadi pengganti jabatan tenaga kerja asing setelah selesai masa kontrak, agar indonesia tidak lagi bergantung dengan asing. Tetapi praktiknya sama sekali tidak demikian, dokumen pengajuan banyak yang di palsukan, tenaga kerja pendamping hanya di jadikan syarat dan yang sebenarnya tidak pernah ada di perusahaan, berkasnya di adakan hanya untuk pengajuan perijinan saja.

Ini bukti betapa pengamatan yang bagus tidak di barengi dengan praktik dan pengawasan yang baik.

Bila Jodoh Pasti Akan Di Pertemukan

Bila Memang Dia Jodoh Kita, Pastilah Akan Di Pertemukan, bersabarlah..!!



Sebelum usia kita menginjak kepala dua, masalah jodoh memang tidak terlalu terfikirkan, karena usia yang relatif muda, di tambah mungkin kita masih duduk di bangku sekolah.
Namun setelah usia kita menginjak angka 25 keatas, masalah jodoh kadang bisa bikin rumit fikiran, apalagi di umur segitu kita masih jomblo, bisa tambah runyem urusanya, omongan orang tentang status kita silih berganti datang, ada yang sekedar nanya kapan nikah..?, bahkan hingga membuli , ngatain ndak laku, udah tua tapi ndak nikah-nikah dan banyak lagi.

Yah memang begitulah sifat manusia, meskipun merubah status single menjadi menikah merupakan hak setiap individu, tapi tetap saja omongan orang terkadang tetap menjadi beban fikiran kita, apa lagi kalau sudah kenak ke orang tua, orang tua kita ikut terkena imbas dari status single kita, bisa tambah kefikiran lagi.

Jodoh.....
Setiap orang menginginkan jodoh terbaik untuk dirinya, orangnya baik, ramah, cerdas, taat beribadah, sukses, lebih-lebih kalau orangnya juga ganteng atau cantik, "pasangan idaman", ada juga sebagian orang yang punya anggapan bahwa kesuksesan financial adalah tolak ukur utama sebagai calon pendamping hidup ideal, tak heran di desa saya banyak fenomena perawan belasan tahun memilih di nikahi duda yang umurnya bisa dua kali lipat lebih tua darinya, bahkan ada yang sudah punya anak dua, semua demi impian mendapat hidup layak dan terpandang, tapi saya tidak akan men-judge mereka buruk, setiap orang punya pandangan berbeda, dan saya hargai itu.

Bila jodoh pasti akan di pertemukan...!!
Saya punya pengalaman menyangkut kalimat di atas, di tengah desakan lingkungan dan keluarga untuk mengakhiri status single saya, mengingat umur saya yang sudah menginjak 25, di tambah semua saudara saya sudah pada berkeluarga, bahkan saya di dahului adik saya sendiri membuat saya ingin cepat-cepat menikah, awalnya saya suka pilih-pilih, karena bagi saya pasangan hidup itu penting dan ndak boleh asal pilih, tapi karena desakan tersebut membuat saya melupakan prinsip tersebut, singkat cerita saya dekat dengan seorang perempuan, setelah sering berkomunikasi lewat telfon, bertukar pengalaman lewat cerita, saya mulai faham karakter dan sikapnya, ada hal yang kurang srek di hati saya mengenai sikap dan ke pribadianya, tapi karena desakan hati saya yang terbebani oleh omongan orang dan keluarga membuat saya melupakan semua hal itu, saya mencoba menerima dia apa adanya.

Awalnya semua baik, sampai akhirnya kami berkesempatan untuk bertemu dan membicarakan kelangsungan hubungan kita kedepan, dia mencoba terbuka, bercerita tentang kondisi keluarganya, dan keinginanya untuk pergi ke luar negri sebelum menikah, saya hargai itu dan saya juga ndak keberatan karena memang waktu itu saya belum siap secara financial jika di suruh menikahinya sesegera mungkin, kitapun sepakat dengan hal itu, saya juga sempat membahas masalah ini dengan kakak nya. Tapi setelah pertemuan tersebut semua berubah, dia menjauh dan ndak komit lagi.

Jujur saya merasa sakit hati, tapi saya mencoba menerima dengan ikhlas dan berfikir positif, mungkin ini jawaban doa saya dari tuhan yang meminta agar di jauhkan jika memang dia bukan jodoh saya. Bila memang dia jodoh, pasti akan di pertemukan.

Sekarang saya sudah ndak terlalu mikirin omongan orang tentang status single yang saya sandang, saya pasrahkan jodoh saya sama Allah SWT, terburu-buru mencari jodoh juga ndak baik, karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral, saya ndak mau jika rumah tangga yang saya bangun hancur di tengah jalan hanya karena saya terburu-buru memilih pasangan hidup.

Benar kata Allah, jodoh itu sudah di aturnya, di sesuaikan dengan kepribadian dan sifat kita masing-masing, bukan hanya saya yang masih single hari ini, ada banyak orang lain yang sama dengan saya, sendiri dan mengisi kesendirianya dengan terus memperbaiki diri, dan bisa jadi salah satu orang baik itu adalah jodoh yang di persiapkan Allah untuk kita, hanya saja Allah menahanya karena kita belum siap menerimanya, meskipun sendiri itu kadang membosankan, tapi tetap saja, akan selalu ada sisi baik dari setiap situasi, jika kita mau membuka mata dan memahami. Karena sendiri saya jadi punya waktu untuk membaca, belajar dan menulis, itu semua saya anggap anugrah, saya jadi punya waktu mempersiapkan diri jadi lebih baik untuk jodoh yang akan Allah berikan kepada saya kelak.

Jodoh itu ukiran atas diri kita sendiri, semakin baik ukiran kita, maka semakin baik pula hasil yang kita dapat, semua tergantung kepantasan diri kita sendiri.



Popular Posts